APM tak risau dengan adanya kenaikan BBNKB. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
APM tak risau dengan adanya kenaikan BBNKB. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Kenaikan BBNKB, Tak Bikin Penjualan Mobil Turun

Otomotif pajak kendaraan
Ahmad Garuda • 20 Maret 2019 07:19
Tangerang Selatan: Penyesuaian Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) di sejumlah wilayah Indonesia, sempat mengkhawatirkan industri otomotif nasional. Lantaran sebagian menganggap beban biaya kepemilikan sebuah kendaraan semakin tinggi.
 
Namun hal ini ditepis langsung oleh beberapa APM, termasuk Mitsubishi saat perluasan jaringan mereka di kawasan Pondok Cabe pekan lalu. Mereka menganggap bahwa penyesuaian BBN sudah mereka antisipasi. Malah mereka menganggap ini bukan suatu hal yang membuat permintaan akan kendaraan bakal menurun.
 
Seperti yang dikatakan oleh Head of Sales and Marketing Region 1 PT MMKSI, Budi Dermawan, bahwa penjualan kendaraan untuk wilayah-wilayah yang mengalami kenaikan BBN, sudah mereka informasikan ke konsumennya. Bahkan ini mereka lakukan setiap awal tahun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Perubahan besaran tarif atau BBNKB, biasanya memang ada di awal tahun. Hal ini kami sudah informasikan kepada para konsumen dan sebagian besar mereka mengerti. Tapi memang ada juga yang tidak paham soal ini, makanya kami berikan informasi lebih detail soal itu," klaim Budi.
 
Ia melanjutkan, bahwa ketika seorang konsumen ingin melakukan pembelian kendaraan dan baru tahu soal adanya penyesuaian soal BBN, tidak sontak juga mereka batal membeli mobil. Biaya-biaya ini bahkan biasanya sudah diantisipasi konsumen.
 
"Terlebih di wilayah Banten termasuk Tangerang Selatan, kenaikan pajaknya memang sangat besar, yaitu mencapai 12,5 persen. Tapi kami memberikan pembuktian melalui perbedaan bukti pajak BBN ke konsumen dari perbedaan STNK 2018 dengan STNK 2019. Jadi mereka memang bisa lihat secara detail," timpal Direktur PT Srikandi Diamond Motor, Osman di lokasi yang sama.
 
Tentunya masalah ini bukan hanya dialami oleh Mitsubishi, namun semua pabrikan otomotif yang memasarkan produknya di Indonesia. Tinggal bagaimana menyiasati soal harga yang bakal mereka berikan ke masyarakat.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif