Di awal tahun sudah ada penurunan penjualan kendaraan bermotor sekitar 13 persen dibandingkan kinerja penjualan di 2018.
Di awal tahun sudah ada penurunan penjualan kendaraan bermotor sekitar 13 persen dibandingkan kinerja penjualan di 2018.

Penjualan Mobil Lesu, Gara-Gara Sentimen Politik?

Otomotif industri otomotif
Ekawan Raharja • 15 Mei 2019 13:03
Jakarta: Penjualan mobil di kuartal pertama 2019 terbilang kurang mengenakkan bagi industri. Bagaimana tidak, baru di awal tahun saja sudah ada penurunan sekitar 13 persen dibandingkan kinerja penjualan di 2018.
 
Menurut data wholesale Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan kendaraan bermotor di kuartal pertama hanya 253.863 unit. Capaian ini turun dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 292.031 unit. Kemudian bila milirik ke penjualan Januari-April 2019 jumlahnya hanya 337.321 unit, dan terjadi penurunan 14,4 persen ketimbang periode yang sama 2018.
 
Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi, menilai kondisi ini dikarenakan sentimen politik di Indonesia. Mengingat di awal 2019 berlangsung pemilihan presiden dengan suhu yang cukup panas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penjualan Mobil Lesu, Gara-Gara Sentimen Politik?
 
"Kalau saya lihat kuartal pertama turun karena kelihatannya ada ketidakpastian, dalam arti gonjang-ganjing adanya agenda politik yang cukup tegang. Sehingga ini berpengaruh dan membuat sebagian masyarakat menahan pembelian," kata Nangoi Selasa Malam (14/5) di Kawasan Senayan Jakarta.
 
Menurutnya kondisi ini justru menjadi anomali di tengah perkembangan ekonomi yang ada sekarang. Mulai dari sudut pandang pembangunan infrastuktur, kondisi pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,07 persen, hingga adanya pameran otomotif tak sukses merangsang penjualan kendaraan di Indonesia.
 
"Kalau melihat semua infrastruktur secara luas harusnya kami tidak turun, cuma ternyata kita turun," sambungnya.
 
Penjualan Mobil Lesu, Gara-Gara Sentimen Politik?
 
Meski demikian, diyakini penjualan otomotif di Indonesia masih akan tetap tembus di 1,1 juta unit. Sehingga Gaikindo menilai tidak perlu merevisi target yang sudah ditetapkan di awal 2019.
 
Hal ini didasarkan karena dalam waktu dekat, masa pemilihan presiden akan berakhir. Sehingga kondisi kembali normal, dan daya beli masyarakat akan kendaraan bermotor bisa pulih.
 
Selain itu diakui para produsen kendaraan bermotor di Indonesia akan terus menghadirkan kendaraan-kendaraan baru disepanjang 2019 yang turut merangsang penjualan. Selain itu akan ada berbagai progam penjualan yang dibuat untuk mempermudah dalam urusan kepemilikan kendaraan.
 
"Biasa di jelang lebaran ini ada peningkatan penjualan juga karena orang-orang membeli kendaraan untuk mudik," sambung Nangoi.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif