Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar, secara jelas peraturan ini di ditiadakan hingga masa tersebut berakhir.. Medcom.id/Antonio
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar, secara jelas peraturan ini di ditiadakan hingga masa tersebut berakhir.. Medcom.id/Antonio

Lalu Lintas

Kawasan Ganjil-Genap Ditiadakan Sampai PSBB Berakhir

Otomotif lalu lintas sistem ganjil genap PSBB
Ekawan Raharja • 24 Mei 2020 09:25
Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini tidak memberlakukan peraturan pembatasan mobil ganjil-genap di sejumlah ruas jalan ibukota. Diketahui pembebasan ini akan berlangsung sampai dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berakhir.
 
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, sudah mengumumkan PSBB berlaku hingga 4 Juni 2020. Sehingga Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar, secara jelas peraturan ini di ditiadakan hingga masa tersebut berakhir.
 
Lebih lanjut bahwa peraturan Ganjil-Genap juga belum diperlukan sekarang ini karena kondisi kepadatan lalu lintas jauh berkurang dari hari-hari normal. Hal ini mereka bisa pastikan dari pantauan kamera CCTV yang tersebar di berbagai titik di jalanan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kamera E-TLE ini kan bisa mendeteksi jumlah volume kendaraan melintas, jumlah kendaraan memang masih ada peningkatan dua minggu terakhir ini dibanding sebelumnya. Tapi volume kendaraan ini masih lumrah untuk bisa dikatakan tidak diperlukan gage," ungkap AKBP Fahri Siregar Jumat (22/5/2020) melalui webinar.
 
Peniadaan peraturan lalu lintas satu ini di Ibukota bisa menjadi solusi untuk mengurangi penyebaran virus korona. Diharapkan masyarakat bisa menggunakan mobil pribadi, dan mengurangi penggunaan transportasi umum, demi mengurangi penyebaran Covid-19.

Pengecekan PSBB Terus Digalakan

Meski peraturan ganjil genap sedang ditiadakan, namun pihak kepolisian akan terus memantau situasi dan melakukan patroli keliling. Selain itu mereka juga tetap memberlakukan pengecekan PSBB secara intensif di berbagai ruas jalan.
 
"Jadi kita memiliki checkpoint 33 unit, sedangkan pos pantau 34 unit. Wilayah penyangga total sebanyak 47 unit. Untuk pos pantau dan check point PSBB tugasnya adalah pengawasan PSBB. Pemprov DKI memperpanjang PSBB jadi otomatis pos pantau dan checkpoint ini akan berakhir pada 4 Juni 2020 kecuali nanti diperpanjang lagi," sambungnya Fahri.
 
Ada pun apabila ada keperluan mendesak yang diharuskan keluar rumah, masyarakat sebaiknya tetap memperhatikan peraturan berkendara selama PSBB. Pemilik sepeda motor dan mobil masih bisa menggunakannya untuk bepergian namun dengan pola penumpang yang sudah diatur oleh pemerintah. Selain itu selalu gunakan masker selama bepergian di luar rumah.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

1593070590673

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif