Astra Infra melakukan edukasi kepada pengguna jalan tol akan bahasa di jalan tol. Facebook/Astra Infra
Astra Infra melakukan edukasi kepada pengguna jalan tol akan bahasa di jalan tol. Facebook/Astra Infra

Jalan Tol

Pengelola Tol Cipali Edukasi Keselamatan Berkendara

Otomotif jalan tol
Ekawan Raharja • 16 Oktober 2020 14:00
Jawa Barat: Kecelakaan di jalan bebas hambatan seperti jalan tol bukan sebuah hal yang baru saat ini. Mengingat banyaknya ruas tol yang sudah mencatat kecelakaan berat ataupun ringan yang disebabkan oleh pengemudi. Seperti yang biasa terjadi di ruas tol Cikopo-Palimanan bahkan sejak saat tol tersebut dibangun beberapa tahun lalu.
 
Fakta ini membuat pengelola tol yaitu ASTRA Infra Tol Road Cikopo-Palimanan (ASTRA Tol Cipali) menggandeng Kementerian Perhubungan Darat (Kemenhub) dan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), menggelar edukasi berkendara kepada para pengguna ruas tol. Ini sekaligus menjadi bagian dari kampanye keselamatan berkendara yang mereka gelar.
 
Kick-off-nya pun telah berlangsung pada Selasa (13/10/2020) yang dihadiri langsung oleh GM Operasi Astra Tol Cipali Ketua KNKT dan Kasubdit Perhubungan Darat, melakukan penempelan stiker edukasi berupa imbauan kepada para pengguna jalan tol. Terutama untuk memeriksa tekanan ban sebelum meninggalkan rest area.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada September 2020 lalu, juga telah dilakukan peningkatan layanan tol berupa respon cepat layanan keselamatan berupa pemindahan kendaraan yang mengalami masalah. Baik yang berada di jalur utama tol maupun yan berada di bahu jalan atau di jalur penyelamatan.
 
"Kami tidak berhenti melakukan imbauan dan edukasi sesuai dengan program 3E yaitu Education, Engineering & Enforcement di jalur jalan bebas hambatan seperti ini. Mengingat ini penting untuk kelancaran, keamanan dan kenyamanan pengguna jalan tol. Setelah bulan lalu melakukan penerapan evakuasi cepat kendaraan bermasalah, kali ini mengedukasi pengguna jalan agar memperhatikan tekanan ban sebelum keluar rest area atau sebelum memasuki jalur tol," ujar Direktur Operasi ASTRA Tol Cipali, Agung.

Penambahan Fasilitas Keselamatan

Selain itu, ada juga perbaikan di sektor engineering, berupa pemasangan dua buah alat timbang kendaraan weight in motion (WIM) di KM 74 dan KM 178. Alat ini bisa mendeteksi golongan kendaraan yang melintas di ruas tol tersebut.
 
Hal lain yang mereka tambahkan di ruas tol tersebut adalah pemasangan wire rope atau sling baja yang mampu menahan beban kendaraan sampai dengan 80 ton dan berfungsi sebagai pembatas jalan. Saat ini total wire rope yang telah terpasang sepanjang ±44 Km dan dilanjutkan 65 Km di tahun 2021. Selain itu juga terpasang Rumble Dot sepanjang ±35 Km yang berfungsi sebagai garis kejut untuk mengingatkan kewaspadaan dalam berkendara.
 
Fasilitas lain yang dibuat lebih baik adalah pendalaman penengah jalan atau median jalan sepanjang 81,245 km. Ini berfungsi sebagai pembatas agar kendaraan tidak berpindah jalur saat mengalami kecelakaan. Untuk membuat pengendara berhati-hati di area black spot telah terpasang 11 unit lampu strobo dan 634 unit rambu peringatan serta himbauan untuk berhati-hati, hindari tabrak belakang dan lainnya.
 
Kemudian marka Speed Reducer dengan jenis Chevron dan Dragon Teeth sepanjang 500 m di empat lokasi sebagai pilot project jalan tol pertama di Indonesia, sesuai Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor: KP 312./AJ.502/DRJD/2020 tentang Uji Coba Penyelenggaraan Marka Pengurangan Kecepatan dan sampai akhir tahun akan ditambahkan di lima lokasi.
 
Peningkatan lainnya yang juga cukup signifikan adalah pemasangan 29 unit CCTV di lajur utama yang berfungsi sebagai alat pemantauan real-time bagi kecepatan pengguna jalan.
 
(ERA)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif