Baterai mobil listrik. Wikipedia
Baterai mobil listrik. Wikipedia

Standarisasi Baterai Penting untuk Pengembangan Mobil Listrik

Otomotif mobil listrik
M. Bagus Rachmanto • 14 Agustus 2019 07:48
Jakarta: Industri otomotif dunia terus mengembangkan produk dan teknologi mobil listrik, termasuk Indonesia. Masa depan mobil inipun diyakini menjadi solusi mengatasi masalah pencemaran lingkungan dan keterbatasan energi fosil di masa depan.
 
Hal terpenting dari semua unsur yang ada di mobil listrik adalah tenaga penggerak dan sumber tenaga yaitu baterai. Kementerian Perindustrian pun menargetkan agar produksi tenaga penggerak dan sumber tenaga dilakukan secara lokal atau diproduksi di Indonesia.
 
Skema ini tentunya menjadi jawaban yang cukup penting, mengingat pemerintah sudah sepakat untuk mendorong pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. Salah satu caranya adalah investasi material kendaraan listrik untuk mendukung produksi kendaraan yang rendah emisi ini. untuk itu Kementerian Perindustrian juga harus mempersiapkan aturannya. Salah satu yang dipersiapkan adalah regulasi baterai mobil.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami sudah sampaikan ke Korea, Jepang, dan beberapa investor lain. Kami mau material baterainya diproduksi di sini dan selanjutnya untuk memproduksi baterai di dalam negeri juga," ujar Direktur Jenderal Industrli Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian Harjanto di Jakarta, seperti yang dilansir dari Antara, beberapa waktu lalu.
 
Pengembangan baterai mobil listrik harus berpandangan kepentingan konsumen, negara dan industri otomotif. Dengan memiliki standar, Indonesia diharapkan bisa memproduksi komponen utama mobil listrik tersebut. Salah satu standar penting baterai itu adalah kapasitas daya simpan baterai. Selain itu, standar penanganan baterai setelah tak terpakai.
 
Deputy Director Marketing Communication PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia, Hari Arifianto menjelaskan, hal yang juga penting adalah mempersiapkan manajemen limbah baterai dari listrik tersebut.
 
Menurutnya penanganan baterai listrik harus dilakukan secara hati-hati dan khusus. Mengingat limbah baterai juga termasuk bahan berbahaya dan beracun (B3). Jika konsumen mobil listrik, khususnya Mercedes-Benz kelak, maka urusan limbah baterai ini menjadi tanggung jawab pabrik. Mengingat baterai ini tidak boleh disimpan dan harus segera diproses.
 
"Itu (limbah baterai) butuh penanganan khusus, misalkan pengemasannya, cara pengiriman, tidak boleh ditunda pengiriman, tempat penyimpanannya juga khusus tidak boleh sembarangan karena terkait limbah B3," kata Hari di Jakarta, beberapa waktu lalu.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif