Lamborghini Urus sudah mengaspal di Indonesia. Medcom.id/Ekawan Raharja
Lamborghini Urus sudah mengaspal di Indonesia. Medcom.id/Ekawan Raharja

Regulasi Mobil Build-up Ketat, Lamborghini Tetap Optimis di 2019

Otomotif industri otomotif lamborghini
Ekawan Raharja • 28 Desember 2018 12:19
Jakarta: Ada sejumlah perubahan regulasi ekonomi yang terjadi di Indonesia pada 2018 dan berpengaruh terhadap impor mobil build-up. Meski demikian, Lamborghini masih yakin dengan Crazy Rich Indonesian yang akan tetap membeli Lamborghini di 2019.

CEO Asia Pacific Automobili Lamborghini S.Pa, Matteo Ortenzi, meyakini Banteng Ngamuk akan tetap baik di 2019. Pria asal Italia ini juga yakin bahwa mereka akan tumbuh di 2019.

"Lamborghini bertumbuh. Di 2019, kami akan tumbuh dan lebih baik, dan akan dua kali lipat sejak 2017," ujar Matteo kepada Medcom.id.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Meski demikian dia mengakui bahwa pertumbuhan ini tidaklah mudah. Mengingat ada sejumlah tantangan mengintai pasar mobil mewah seperti kondisi ekonomi dan politik di Indonesia.

"Ini tidak pernah baik, politik dan ekonomi selalu bersama dengan pasar mobil mewah. Tetapi tantangan ini harus kami hadap, dan kami tahu pasar Asia memiliki banyak perubahan di regulasi pajak dan ini mempengaruhi kami tetapi kami berpotensi tumbuh."

"Saya selalu optimis karena di jangka panjang di Indonesia memiliki potensi besar dengan melihat jumlah penduduk di negeri ini. Jadi saat pasar mobil mewah mulai tumbuh dan berkesinambungan, kami sudah berada di pasar ini," sambung Matteo.

Hal ini dibuktikan oleh Matteo dengan sebuah showroom baru Lamborghini Jakarta yang berada di pusat perbelanjaan Pasific Place Jakarta, sekaligus memperkenalkan Lamborghini Urus sebagai lini porduk terbarunya. Kemudian mereka juga mempersiapkan layanan purna jual yang lebih baik dan siap melayani konsumen Banteng Ngamuk.

Di Indonesia memang tidak hanya Lamborghini yang bermain di segmen supercar. Ada juga Ferrari atau McLaren yang juga mengincar segmen crazy rich Indonesian dan mereka yakin dengan pasar di Indonesia.

Sementara pabrikan lain seperti Mercedes-Benz dan BMW mengakalinya dengan membangun pabrik perakitan di Indonesia. Ini untuk memenuhi permintaan segmen mobil premium di tanah air, tentunya dengan spesifikasi yang sama namun harga yang lebih kompetitif.


(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi