Presiden Joko Widodo menjajal motor listrik Gesits di halaman Istana Negara. Antara Foto/Wahyu Putro
Presiden Joko Widodo menjajal motor listrik Gesits di halaman Istana Negara. Antara Foto/Wahyu Putro

Indonesia Berbenah Hadapi Era Mobil dan Motor Listrik

Otomotif teknologi otomotif mobil listrik motor listrik
M. Bagus Rachmanto • 14 Desember 2018 16:03
Jakarta: Pada awal kehadirannya, kendaraan ramah lingkungan berbasis penggerak listrik sempat dipandang sebelah mata. Kini dalam perkembangannya, mobil maupun sepeda motor listrik atau electric vehicle (EV) tengah ramai dan kian tren di pasar otomotif dunia. 

Tak bisa dipungkiri, mau tak mau industri otomotif nasional pun ikut bergerak ke arah sana. Untuk menghadapi era mobil/motor listrik, pemerintah Indonesia langsung menyiapkan payung hukumnya. Presiden Joko Widodo pun menjanjikan payung hukum untuk mobil/motor ramah lingkungan akan hadir secepatnya. 

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto juga mendorong manufaktur-manufaktur otomotif dalam negeri agar dapat merealisasikan pengembangan low carbon emission vehicle (LCEV) yang telah diprogramkan, di dalamnya termasuk kendaraan berbasis energi listrik. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Roadmap industri otomotif yang dibuat pemerintah menargetkan pada tahun 2025, sekitar 20 pesen kendaraan yang diproduksi di Indonesia adalah produk LCEV. Untuk menyambut era baru ini, beberapa merek otomotif baik mobil maupun sepeda motor juga sudah ancang-ancang untuk menghadirkan kendaraan listrik di Indonesia. 

Dalam keterangan resminya beberapa waktu lalu, Ketua Umum Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) Johannes Loman mengatakan, para pelaku industri sepeda motor siap mendukung kebijakan pemerintah untuk memasuki era motor listrik. Oleh karena itu, produsen sepeda motor anggota AISI kini bekerja keras menyiapkan model motor listrik yang sesuai pasar Indonesia. Ingin ikut mensukseskan program ini, AISI memberi masukan kepada pemerintah agar benar-benar memperhatikan potensi berkembangnya kendaraan listrik. Yaitu dengan menyiapkan kebijakan komprehensif sehingga dapat melindungi konsumen dan masyarakat pengguna sepeda motor.

Tentunya yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Beberapa kebutuhan masyarakat terkait motor listrik antara lain harga yang terjangkau, jarak tempuh, waktu pengisian baterai, dan kemudahan mengisi kembali baterai.

Ke depan Indonesia berencana menjadi pemasok baterai lithium bagi kendaraan listrik masa depan. Morowali, Sulawesi Tengah, disebut bakal jadi lokasi berdirinya pabrik baterai lithium yang diklaim sebagai terbesar di dunia. Pembangunannya dijadwalkan mulai Januari 2019, menelan investasi sebesar USD 4,3 miliar. Tiga investor dari Jepang (Panasonic), Korea (LG) dan Tiongkok dilaporkan sudah menyatakan keseriusannya terhadap proyek masa depan tersebut.


(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi