Mitsubishi masih tahan harga di Mei, penyesuaian dilakukan pada Juni. Dok Medcom
Mitsubishi masih tahan harga di Mei, penyesuaian dilakukan pada Juni. Dok Medcom

Harga Mobil

Mitsubishi Tahan Harga di Mei, Juni Harga Menyesuaikan

Otomotif mitsubishi penjualan mobil mobil baru
Ahmad Garuda • 20 Mei 2020 09:14
Jakarta: Kenaikan harga kendaraan lantaran ragam hal terutama di masa sulit seperti pandemik Covid-19, tidak bisa terelakkan oleh industri otomotif nasional. Mereka menganggap bahwa perlu dilakukan penyesuaian, karena faktor yang berpengeruh sangat banyak.
 
Namun Mitsubishi Indonesia mengaku masih menahan kenaikan harga jual kendaraannya saat ini, lantaran memang dirasakan belum waktunya. Mereka pun tidak menutup informasi soal kenaikan harga yang baru akan mereka lakukan per Juni 2020 mendatang.
 
"Kami rasa masih pantas dengan penempatan harga yang ada saat ini untuk semua produk kendaraan MItsubishi di Indonesia. Penyesuaian harga nanti baru akan kami lakukan pada Juni 2020 itu pun hanya untuk Xpander dan Triton (L300) lebih dulu," jelas Head of Sales & Marketing Group PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales INdonesia (MMKSI), Imam Choeru Cahya saat berbicara di konferensi virutal pada Selasa (19/5/2020).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia juga menegaskan bahwa beberapa hal yang berpengaruh terhadap kenaikan harga ini, diakibatkan oleh kenaikan biaya produksi. Mengingat kedua tipe kendaraan tersebut diproduksi secara lokal di pabrik Mitsubishi di Jawa Barat.
 
"Memang banyak hal berpengaruh untuk menaikkan harga jual kendaraan. Tapi kami menganggap untuk tipe kendaraan yang masih impor ini masih cukup aman. Sementara kendaraan yang sudah diproduksi secara lokal, biaya produksi memang naik. Harga material dasar yang tidak terelakkan, jadi pemicu kenaikan harga di pertengahan tahun ini."
 
Ditambahkan oleh Director of Sales dan Marketing Division PT MMKSI, Irwan Kuncoro bahwa secara reguler mereka memang melakukan kenaikan harga untuk tipe kendaraan yang mereka jual. Itu untuk menyiasati beberapa perubahan yang terjadi.
 
"Jadi hal yang berpengaruh besar dalam hal kenaikan harga jual kendaraan di Indonesia, adalah kurs mata uang asing, pelemahan rupiah, perubahan skema pajak, insentif dan lain sebagainya. Kemudian juga harga dasar komponen untuk membuat kendaraan dan lain sebagainya," imbuh Irwan.
 
Sementara jika dikaitkan dengan pandemik global Covid-19, Ia menegaskan sebenarnya tidak ada kaitannya secara langsung. Tapi efek yang terjadi karena adanya beberapa pembatasan dan akhirnya berpengaruh terhadap beberapa harga, itu yang mengakibatkan harga berubah.
 
Selain Mitsubishi, Toyota, Daihatsu dan Honda juga sudah memberikan skema penyesuaian harga disesuaikan dengan harga saat ini.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif