Sudah banyak merek otomotif yang bersiap membawa kendaraan listrik ke Indonesia. Mercedes-Benz
Sudah banyak merek otomotif yang bersiap membawa kendaraan listrik ke Indonesia. Mercedes-Benz

IOI Dukung Pemerintah Soal Target Kendaraan Listrik di 2025

Otomotif industri otomotif mobil listrik
Ekawan Raharja • 05 Juli 2019 09:19
Jakarta: Institut Otomotif Indonesia (IOI) mendukung kebijakan pemerintah untuk mengembangkan mobil listrik di Indonesia. Kendati selama ini belum ada aturan main yang jelas soal pengembangan mobil listrik tersebut.
 
Presiden IOI, I Made Dana M Tangkas, menjelaskan IOI mendukung target Pemerintah di 2025 kendaraan listrik 20 persen dari total penjualan sebesar 2 juta, dan IOI juga siap bekerjasama dengan Kemenperin untuk menuju implementasi industri 4.0 ditahun 2025.
 
“Pertumbuhan penggunaan kendaraan berbasis EV (electric vehicle) ini sangat bergantung kepada pasar Indonesia, permintaan dapat tumbuh bila penawaran kendaraan listrik dapat bersaing dengan kendaraan konvensional,” kata I Made Dana M Tangkas, melalui keterangan resminya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Made berencana ditanggal 24–27 Juli 2019 mendatang akan kunjungan ke Tiongkok yang merupakan rangkaian dari agenda mobil listrik, bus listrik, dan kendaraan pedesaan Namun, Made menggarisbawahi jika nantinya dikeluarkan kebijakan pemerintah dalam mengembangkan mobil listrik tersebut jangan sampai hanya memihak golongan ekonomi tertentu saja sedangkan masyarakat lain tidak bisa menikmati teknologi mobil listrik.
 
IOI Dukung Pemerintah Soal Target Kendaraan Listrik di 2025
 
Tanggap Made mengenai pemerintah tampaknya memang serius mengembangkan mobil listrik di tanah air. Langkah itu dilakukan untuk mengurangi emisi karbon serta mencapai target bauran energi baru dan terbarukan hingga 23 persen pada 2025.
 
“Bahkan, Presiden Joko Widodo sudah mengeluarkan instruksi tertulis soal pengembangan mobil listrik,” ucap Made.
 
Di sisi lain, perkembangan teknologi kendaraan yang semakin canggih dan ramah lingkungan, “Indonesia sudah menjadi bagian dari pergerakan ini dengan rencana pemerintah mengembangkan teknologi bahan bakar minyak ramah lingkungan (green fuel), bahan bakar yang berasal dari sumber daya alam nabati, yakni sawit,” katanya.
 
“Pembangunan infrastruktur pendukung dan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) atau charging station juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan pengguna mobil listrik” ucapnya.
 
Pemerintah hingga saat ini masih menggodok aturan kendaraan ramah lingkungan, termasuk kendaraan listrik, dari berbagai lini. Sayangnya hingga saat ini belum diketahui kapan regulasi tersebut akan diterbitkan mengingat sudah banyak stakeholder otomotif yang menantinya.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif