ATI turut menandatangani MoU dengan para regulator terkait untuk menghadapi ODOL. MI/Ramdani
ATI turut menandatangani MoU dengan para regulator terkait untuk menghadapi ODOL. MI/Ramdani

Lawan ODOL, ATI Bersinergi dengan Regulator

Otomotif lalu lintas jalan tol
Ekawan Raharja • 14 November 2019 08:27
Jakarta: Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) semakin menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan, khususnya menghadapi kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL). Asosiasi yang terdiri dari 54 Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) ini turut menandatangani nota kesepahaman/memorandum of understanding (MoU) dengan para regulator terkait.
 
Penandatanganan MoU tentang Pelaksanaan Pengamanan, Pelayanan Bersama, dan Penegakan Hukum di Jalan Tol Seluruh Indonesia dengan melibatkan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, ATI, dan Kepolisian Republik Indonesia. Setidaknya ada lima hal yang mereka sepakati di dalam MoU tersebut, yakni pertukaran data dan/atau informasi, pelaksanaan pengamanan, pelayanan dan penegakan hukum, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan sarana dan prasarana, hingga bidang lain yang disepakati.
 
Menurut Kepala BPJT, Danang Parikesit, adanya MoU ini mulanya dipicu oleh komitmen para pihak yang terlibat dalam melakukan penindakan terhadap kendaraan ODOL.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Tapi kemudian kami sepakat, bahwa MoU ini dapat dibawa ke ranah yang lebih luas lagi terutama dalam menciptakan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan,” tambahnya.
 
Lawan ODOL, ATI Bersinergi dengan Regulator
 
Danang juga menambahkan tahun depan sistem penindakan elektronik akan dibuat dan dikembangkan sehingga semua proses terintegrasi, termasuk penindakan elektronik. Sehingga sinergi ini menghasilkan sistem yang terintegrasi dan bisa diaplikasikan di seluruh ruas-ruas jalan tol di Indonesia.
 
"Sistem yang dibuat harus dimulai dari hulu, yaitu di sistem tersebut akan ada registrasi kendaraan. Dengan ini berjalan, maka di hilir kami harapkan penindakan elektronik di jalan tol dapat segera diaplikasikan. Sistem inilah yang harus kita bangun bersama-sama sehingga bisa menjadi besar," jelas Danang.
 
Sementara itu menurut Sekjen ATI, Kris Ade Sudiono, MoU ini menjadi pemicu para BUJT untuk terus menciptakan jalan tol yang aman dan nyaman bagi pengguna jalan, terutama mengenai kendaraan ODOL yang selalu menjadi salah satu masalah utama di jalan tol.
 
"MoU ini menjadi bukti bahwa para pengambil keputusan benar berkomitmen dalam menciptakan kondisi aman dan nyaman tersebut. Ini merupakan semangat baru bagi kami dalam meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan,” tutup Kris.
 
Sinergi ini tentu harus dilakukan mengingat di Indonesia akan banyak jalan tol yang membentang di berbagai pulau. Sekarang ini baru pulau Jawa yang terhubung jalan tol, selanjutnya akan ada di Kalimantan dan Sumatera juga.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif