Menurut analis Transport & Environment (T&E), mobil listrik berhasil menyumbang 8 persen dari seluruh penjualan mobil di Eropa di semester pertama 2020. Medcom.id/Ekawan
Menurut analis Transport & Environment (T&E), mobil listrik berhasil menyumbang 8 persen dari seluruh penjualan mobil di Eropa di semester pertama 2020. Medcom.id/Ekawan

Industri Otomotif

Penjualan Mobil Listrik Naik Selama Pandemik Covid-19

Otomotif industri otomotif mobil listrik
Ekawan Raharja • 14 Oktober 2020 11:00
Brussels: Pandemik Covid-19 yang menerjang di hampir semua negara di dunia ini membuat penjualan otomotif turun drastis. Meski demikian, ternyata selama momen ini memberikan dampak lain bagi penjualan mobil listrik.
 
Menurut analis Transport & Environment (T&E), mobil listrik berhasil menyumbang 8 persen dari seluruh penjualan mobil di Eropa di semester pertama 2020. Hal ini jelas sangat memungkinkan persentasenya meningkat di hingga akhir tahun ini.
 
T&E mendeskripsikan untuk mobil listrik yang mengalami peningkatan penjualan adalah mobil-mobil dengan teknologi hybrid, Plug-In Hybrid, dan full listrik. Sedangkan untuk penjualan mobil bermesin konvensional mengalami penurunan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penjualan ini sebenarnya terpengaruh karena banyaknya insentif yang diberikan oleh sejumlah negara Eropa. Salah satunya Jerman dan Perancis yang memberikan insentif pembelian pasca pandemik.
 
"Ini karena standar emisi UE, tetapi juga berkat banyak investasi yang dilakukan pembuat mobil tahun lalu," tulis melalui pernyataan resminya dikutip dari Reuters.
 
Jika membandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019, kondisi sekarang ini sudah meningkat 3 kali lipat. Sedangkan diprediksi hingga akhir tahun akan meningkat 2 kali lipat, mencapai 1 juta unit, atau meningkat 2 kali lipat dibandingkan penjualan tahun lalu.
 
Di sisi lain European Automobile Manufacturers’ Association (ACEA) merinci penjualan mobil listrik ini didorong oleh skema dukungan nasional untuk pemulihan ekonomi karena pandemil Covid-19. Tapi mereka melihat tren ini belum tentu bersifat jangka panjang.
 
"Sulit untuk membuat prediksi apapun tentang perubahan jangka panjang di masa depan dalam perilaku konsumen dari pertumbuhan 'buatan' yang didorong oleh subsidi," tegas ACEA.
 
(ERA)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif