Kaleidoskop Otomotif Nasional

Industri Otomotif Indonesia Makin Dipercaya Dunia

Ekawan Raharja 12 Desember 2017 19:56 WIB
industri otomotif
Industri Otomotif Indonesia Makin Dipercaya Dunia
Pasar otomotif Indonesia tetap menarik meski kondisi pasar tergolong stagnan dari waktu ke waktu. Doc MTVN
Jakarta: Penjualan mobil 2017 bakal segera tutup buku dan berakhir dalam hitungan hari. Tentu ada sejumlah pencapaian yang telah terjadi dalam industri otomotif nasional. Mengingat banyak produk baru bahkan brand baru yang bermunculan terutama komitmen pemerintah untuk melakukan lompatan teknologi otomotif ke kendaraan listrik.

Pasar otomotif tanah air bisa dibilang masih menarik di 2017. Terbukti banyak merek-merek besar otomotif dunia yang menaruh kepercayaan mereka terhadap pasar otomotif tanah air.

Seperti contoh Mitsubishi yang tahun ini mulai menjalankan pabrikan. Pabrik yang mulai dibangun sejak 2015 ini memiliki kapasitas produksi 160 ribu unit, dengan nilai investasi mencapai Rp7,5 triliun.

"Pabrik ini juga melibatkan 212 suplier lokal tier-1, dan 369 suplier tier-2. Hal ini akan memberikan dampak yang cukup signifikan bagi pertumbuhan industri otomotif di Indonesia, sekaligus memberikan kontribusi yang cukup berarti bagi perekonomian nasional," kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartanto, saat peresmian pabrik.

Selain Mitsubishi, Indonesia juga kedatangan dua pemain baru asal Tiongkok yakni Wuling Motors dan Dongfeng Sokon. Tidak tanggung-tanggung, keduanya juga membangun pabrik di Indonesia.


Wuling Motors membangun pabrik di Cikarang, Jawa Barat, dan di klaim sudah dibekali dengan teknologi tercanggih untuk memproduksi mobil mereka yakni Confero.

Pabrik ini memiliki fasilitas mulai dari produksi logam hingga perakitan akhir. Tak ayal pabrik milik produsen asal Tiongkok ini dapat memproduksi lebih dari 120 ribu mobil per tahun.

"Pembangunan pabrik pertama Wuling Motors di luar Tiongkok menunjukkan komitmen kuat dan jangka panjang kami untuk memasuki pasar Indonesia," ucap Presiden SMGW Motor Indonesia, Xu Feiyun, di acara peresmian pabrik.

Sejurus dengan Wuling, Dongfeng Sokon juga secara diam-diam masuk ke pasar otomotif nasional. Mereka mulai membangun pabrik sejak 2015, dan mulai ikut serta di pameran GIIAS 2017. Uniknya lagi, mereka masuk ke Indonesia langsung dengan mobil bergaya SUV yakni Glory 580.

"Fokus utama kami untuk pasar otomotif nasional adalah membangun brand yang kuat melalui kualitas produk terbaik. Dengan membangun pabrik di Indonesia, ini menjadi bukti bahwa kami serius. Terlebih pabrik ini sudah dilengkapi dengan peralatan robotik artificial intelegent (AI) yang bisa menyesuaikan dengan kebutuhan produk yang permintaannya besar," klaim Co-CEO PT Sokonindo Auomobile, Alexander Barus.

Selain itu, masih ada dua merek otomotif yang bisa dibilang kembali ke pasar otomotif yakni Volvo dan Mazda. Keduanya kembali dengan membawa payung baru, Volvo bergabung ke Garansindo Group dan Mazda merapat ke Eurokars Group.

Kerja sama antara Volvo dan Garansindo ini sudah berlaku sejak Januari 2017. Berdasarkan kerja sama tersebut, Garansindo memiliki tanggung jawab untuk penjualan dan layanan purna jual Volvo di seluruh Indonesia.

"Kami dengan bangga memperkenalkan partner baru di Indonesia, yaitu Garansindo. Kami yakin bahwa kemitraan ini akan memberikan peningkatan pelayanan bagi konsumen di Indonesia dan mengembangkan bisnis di kawasan ini," ujar Senior Vice President of Volvo Car Group, Lars Danielson, melalui keterangan resminya.

Kalau membahas Mazda, sebelumnya mereka hadir di pegang oleh PT Mazda Motor Indonesia. Namun performanya yang kurang baik membuat PT EMI dibubarkan, dan akhirnya urusan distribusi Mazda Indonesia di pegang oleh PT Eurokars Motor Indonesia.

Kepercayaan merek-merek otomotif dunia ke Indonesia tidak terlepas juga dari pasar otomotif Indonesia yang besar. Meski pasar terbilang stagnan, penjualan mobil di Indonesia masih di atas satu juta unit. Sehingga banyak merek otomotif yang tetap bertahan di Indonesia, dan bahkan menambah investasinya di tanah air.

"Walaupun datar sekali lagi ini masih di atas satu juta dan masih terbesar di ASEAN. Orang-orang mungkin berpikir bahwa pasar Indonesia sedang buruk, tapi jangan lupakan bahwa pasar masih besar," ujar Presiden Direktur PT Nissan Motor Indonesia, Eiichi Koito, di Bali beberapa waktu lalu.

Lantas di 2018 bakal ada gebrakan apa lagi di pasar otomotif di Indonesia?



(UDA)