Ekspor Toyota per September 2019 meningkat 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Toyota
Ekspor Toyota per September 2019 meningkat 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Toyota

Ekspor Toyota Bertahan dari Gempuran Perang Dagang

Otomotif toyota industri otomotif
Ekawan Raharja • 17 Oktober 2019 07:20
Tangerang: Ekspor produk otomotif nasional masih dapat menorehkan capaian positif di tengah kondisi perekonomian global yang tidak menentu akibat imbas dari perang dagang serta tendensi proteksionisme di beberapa negara tujuan ekspor. Bahkan Toyota Indonesia mengakui bahwa kondisi perang dagang di beberapa negara tujuan berimbas terhadap performa ekspor Indonesia.
 
PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mencatat sepanjang tahun 2019 hingga bulan September tercatat sebanyak 158,700 unit atau meningkat tipis sebesar 3 persen dibandingkan capaian tahun lalu dengan periode yang sama dengan jumlah 154,600 unit. Pencapaian ini didukung oleh ekspor 9 model kendaraan utuh (Complete Built Up/ CBU) bermerek Toyota Fortuner, Innova, Vios, Yaris, Sienta, Rush, Avanza, Agya dan Townace/Liteace.
 
"Selama lebih dari 30 tahun, merek Toyota diuji untuk menghadapi berbagai macam kondisi global untuk tetap bisa menghadirkan senyuman bagi pelanggan serta turut andil dalam memberikan sumbangsih bagi perekonomian negeri ini. Naik turun kinerja ekspor telah kami alami sehingga menjadi pelajaran berharga dalam menyusun langkah-langkah strategis berikutnya,” ungkap Presiden Direktur TMMIN, Warih Andang Tjahjono, melalui keterangan resminya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gejolak perekonomian global merupakan hal yang tidak terhindarkan dan berada di luar kontrol eksportir. Namun Toyota, dan grupnya di Indonesia termasuk Daihatsu, selalu berupaya untuk mempertahankan kinerja ekspor dengan melakukan berbagai studi seperti menjajaki peluang dan potensi di negara tujuan baru serta menambah varian ekspor dengan mengonversi model yang eksis menjadi kendaraan sesuai dengan peruntukannya seperti cash carrier, ambulans dan kendaraan patroli polisi.
 
Sebagai buah dari hasil studi berkelanjutan untuk mengekspansi kiprah di pasar global, pada 2018 lalu ekspor kendaraan utuh bermerek Toyota berhasil mencatatkan volume rekor baru yaitu melampaui angka 200 ribu untuk pertama kalinya atau dengan jumlah sebesar 206.000 unit. Selanjutnya, pada tahun 2019 ini ekspansi ekspor yang berhasil dilakukan TMMIN antara lain menambah destinasi ekspor ke negara-negara di kawasan Amerika Tengah dan Selatan serta beberapa negara Mekong.
 
Ekspor Toyota Bertahan dari Gempuran Perang Dagang
 
Selain mengekspor kendaraan utuh, sepanjang bulan Januari hingga September 2019, merek asal Jepang juga mengapalkan kendaraan terurai (Complete Knock Down/CKD) sebanyak 34,300 unit, mesin utuh tipe TR dan NR baik yang berbasis bahan bakar bensin maupun etanol sebanyak 93.100 unit serta komponen kendaraan sebanyak 73,8 juta unit. Sebanyak lebih dari 80 negara di kawasan Asia, Pasifik, Timur Tengah, Amerika Tegah dan Selatan serta Afrika menjadi destinasi ekspor Toyota.
 
Posisi sebagai salah satu basis produksi dan ekspor di kawasan Asia Pasifik memungkinkan Toyota Indonesia untuk berkontribusi dalam tiga hal. Pertama, pada upaya substitusi impor melalui produksi lokal untuk pasar dalam negeri dan penciptaan potensi pasar ekspor. Dengan demikian dapat memberikan peran positif dalam menjaga keseimbangan neraca perdagangan terutama untuk sektor industri otomotif.
 
Kedua, kontribusi kinerja ekspor otomotif. Produksi lokal kendaraan Toyota memberikan kontribusi sekitar 78 perse terhadap total ekspor kendaraan utuh dari Indonesia 2018 lalu.
 
Ketiga, sebagai jembatan bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM) pemasok komponen kendaraan lokal untuk dapat menembus pasar ekspor. Tingginya tingkat kandungan dalam negeri produk-produk Toyota yang saat ini mencapai 75 persen hingga 94 persen menandakan bahwa hanya sebagian kecil dari komponen kendaraan Toyota yang menggunakan material impor. Hal ini juga memberi potensi pada penguatan pengembangan industri komponen lokal di Indonesia.
 
“Melihat ketiga peran penting tersebut, maka seperti yang saat ini tengah menjadi fokus pemerintah, kami memandang bahwa investasi yang berorientasi ekspor harus terus didorong, terlebih bagi industri dengan produk ekspor berteknologi tinggi atau bernilai tambah. Pengalaman selama 30 tahun dalam merambah pasar global membentuk DNA serta mentalitas Toyota dan grupnya di Indonesia untuk menghadirkan produk yang berorientasi ekspor,” imbuh Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal TMMIN, Bob Azam.
 
Bob Azam juga menegaskan bahwa kemampuan mengekspor menunjukan bahwa produk yang dihasilkan berdaya saing tinggi. Dengan sumber daya manusia (SDM) unggul salah satunya melalui penerapan revolusi industri 4.0 serta dukungan jaringan global Toyota diharapkan kinerja ekspor produk bermerek Toyota tetap langgeng di tengah tantangan dan perubahan yang terjadi sehingga mampu memberi kontribusi pada perekonomian nasional.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif