Industri Otomotif,

Penerapan Standar Emisi EURO 4, Mobil Di Garasi Aman

Ekawan Raharja 24 September 2018 13:25 WIB
industri otomotif
Penerapan Standar Emisi EURO 4, Mobil Di Garasi Aman
Konsumen yang sudah memiliki mobil dengan standar Euro 2 tidak terkena peraturan tersebut. Medcom.id/Ekawan Raharja
Jakarta: Pemerintah berencana untuk menerapkan standar emisi EURO 4 untuk mobil bermesin bensin. Bagi yang sudah memiliki mobildi garasi tidak perlu cemas dan karena peraturan ini berlaku untuk industri, bukan untuk para pemilik mobil.

Pemberlakukan Peraturan Menteri LHK No.P. 20 Tahun 2017 Tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor roda 4 atau lebih Tipe Baru Katagori M, N dan O untuk pelaku industri. Sedangkan untuk mobil yang sudah dibeli konsumen sebelum peraturan ini dilakukan tidak disebutkan.

“Peraturan menteri hanya menekankan kewajiban terhadap pelaku industri, bukan kewajiban pelanggan, sehingga mereka ini tidak perlu khawatir. Sebagai agen pemegang merek (APM), TAM memastikan akan memenuhi ketentuan tersebut di waktu yang ditentukan oleh pemerintah. Semua emisi kendaraan baru Toyota yang dijual di setiap dealer, baik yang diproduksi di dalam negeri maupun luar negeri, dipastikan sudah memenuhi sudah standar EURO 4. Jadi pelanggan tidak perlu risau,” kata Executive General Manager TAM, Fransiscus Soerjopranoto, melalui keterangan resminya.


Lebih lanjut konsumen yang ingin memodifikasi mobilnya agar sesuai dengan standar emisi EURO 4 bisa disesuaikan. Akan ada perubahan sejumlah komponen, termasuk converter, untuk pengelolaan kualitas bahan bakar.

Standar emisi Euro 4 disebutkan untuk kendaraan baru jenis kendaraan penumpang katagori M seperti sedan, SUV dan MPV berbahan bakar bensin dengan Gross Vehicle Weight (GVW), ambang batas maksimal emisi sama atau kurang dari 2,5 ton adalah CO 1.0 gram/km, HC 0.1/km, dan Nox 0.08/km. Hal yang sama juga diberlakukan untuk GVW bahan bakar LPG. Sedangkan untuk kendaraan bahan bakar diesel CO 0,5 gram/km, Nox 0,25/km, PM 0.025 gram/km.

Sebelum dikeluarkannya peraturan baru ini, standar ambang emisi kendaraan di Indonesia menggunakan standard Euro 2. Berdasarkan data, ambang batas maksimal emisi untuk standar Euro 2 bagi jenis kendaraan penumpang dengan bahan bakar bensin atau gas adalah, NO sebesar 2,2 gram per km, HC + Nox 0,5 gram per km. Kendaraan jenis yang sama dengan bahan bakar diesel, ambang batas emisinya  CO 1.0 gram per km, HC+NOx 1.0 gram per km dan PM 0,1 gram per kilo meter.



(UDA)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id