Suasana pameran mobil di mall. Astra Daihatsu
Suasana pameran mobil di mall. Astra Daihatsu

Industri Otomotif

Catatan Insentif PPnBM 2021, Kemenperin: Naik Signifikan

Otomotif pajak industri otomotif Pajak Kendaraan Kementerian Perindustrian Insentif PPnBM gaikindo Agus Gumiwang Kartasasmita
Ekawan Raharja • 19 Januari 2022 13:00
Jakarta: Pemerintah secara resmi memperpanjang insentif PPnBM untuk sektor otomotif di tahun 2022. Perpanjangan ini tidak terlepas dari kenaikan pasar otomotif yang cukup signifikan setelah mendapatkan insentif PPnBM pada Maret - Desember 2021.
 
Kementerian Perindustrian mencatat kinerja penjualan mobil peserta PPnBM tahun lalu pada periode Maret-Desember 2021 sebanyak 519 ribu unit atau meningkat sebesar 113 persen (275 ribu unit) dari periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini berkontribusi cukup besar terhadap pertumbuhan industri alat angkutan pada triwulan II dan III tahun 2021 masing-masing sebesar 45,2 persen dan 27,8 persen.
 
Selain itu, dalam proses manufakturnya peserta program insentif PPnBM telah melibatkan sebanyak 319 perusahaan industri komponen Tier 1, dan tentunya hal ini mendorong peningkatan kinerja industri komponen Tier 2 dan 3 yang sebagian besar termasuk kategori industri kecil dan menengah (IKM).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Dengan perpanjangan insentif PPnBM DTP tahun 2022 akan menjaga momentum pertumbuhan industri otomotif nasional sekaligus meningkatkan utilisasi dan kinerja sektor industri komponen otomotif termasuk IKM,” tegas Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, pada Selasa (18-1-2022).
 
Apabila merujuk data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), terjadi peningkatan penjualan mobil secara wholesales (pabrik ke dealer) maupun ritel (dealer ke konsumen) pada 2021. Pertumbuhannya mencapai 66,6 persen untuk penjualan wholesales dan 49,2 persen untuk ritel. Jumlah penjualan mobil wholesales sepanjang 2021 tercatat mencapai 887.200 unit dan penjualan mobil ritel mencapai 863.359 unit.
 
Ketua I Gaikindo Jongkie D Sugiarto menilai dampak positif dari insentif PPnBM mobil tak bisa dianggap remeh. “Lihat saja dari angka penjualan sebelum dan sesudah Maret 2021, pengaruh PPnBM DTP sangat besar. Kami telah memberikan masukan-masukan kepada pemerintah melalui Kemenperin,” ujarnya.
 
Gaikindo lanjutnya, telah menargetkan penjualan mobil pada 2022 mencapai 900 ribu unit. Angka itu sejatinya masih lebih rendah daripada sebelum pandemi yang mencapai 1 juta penjualan per tahun.
 
Menurutnya, insentif PPnBM untuk mobil juga akan berdampak pada pencapaian penjualan pada tahun ini. Apalagi, insentif PPnBM sejatinya tak hanya memberi benefit kepada industri otomotif. Industri penunjang kendaraan bermotor, masyarakat, hingga pemerintah dinilai merasakan manisnya pembebasan pajak tersebut.
 
(ERA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif