Sejumlah jalan protokol Ibu Kota Jakarta yang biasanya ramai lalu lintas, terpantau lancar saat Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, Minggu, 24 Mei 2020. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Sejumlah jalan protokol Ibu Kota Jakarta yang biasanya ramai lalu lintas, terpantau lancar saat Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, Minggu, 24 Mei 2020. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Lalu Lintas

Pola Lalu Lintas Selama Ramadan 1441 H, Perjalanan Menjadi Singkat

Otomotif lalu lintas
Ekawan Raharja • 11 Juni 2020 07:41
Jakarta: Ramadan 1441 H tahun ini, cukup berbeda karena berlangsung di tengah pandemik Covid-19. Pemerintah kemudian mengeluarkan serangkaian kebijakan seperti pembatasan sosial berskala besar (PSBB), larangan ibadah di masjid, bahkan larangan mudik yang akhirnya mengubah pola perjalanan masyarakat di Ibukota dan sekitarnya.
 
Waze mencatat tren lalu lintas di empat kota di Indonesia selama Ramadan, yaitu Jakarta, Bekasi, Tangerang Selatan, dan Tangerang. Dengan berlakunya PSBB, rata-rata kilometer yang ditempuh di DKI Jakarta turun sebesar 72 persen, yang menunjukkan penurunan paling banyak dibandingkan dengan kota-kota lain, diikuti oleh Tangerang 70 persen, Bekasi 60 persen, dan Tangerang Selatan 55 persen.
 
Dengan adanya kebijakan pembatasan mudik dan arahan untuk melakukan salat Ied di rumah, Hari Raya tahun ini, yang jatuh pada tanggal 24 Mei tetap memiliki keunikannya dalam hal lalu lintas. Bila dibandingkan dengan rata-rata harian global Februari untuk periode dua minggu (11 Februari – 25 Februari 2020), rata-rata kilometer harian yang dikemudikan di Bekasi turun 76 persen, tertinggi dibandingkan yang lain. Jakarta berada di peringkat kedua dengan 72 persen, diikuti oleh Tangerang Selatan dan Tangerang dengan penurunan masing-masing 53 persen dan 38 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemerintah memang mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudik di tahun ini, dan lebih banyak berdiam diri di rumah saat lebaran tiba. Bahkan pemerintah sampai-sampai memindahkan jadwal cuti bersama lebaran ke akhir tahun agar nantinya masyarakat bisa tetap mudik di akhir tahun di kala situasi sudah membaik dari pandemik Covid-19.
 
Country Manager Waze Indonesia, Marlin R Siahaan, menjelaskan bulan puasa tahun ini merupakan pengalaman yang tidak biasa bagi kebanyakan masyarakat Indonesia. Namun, perubahan yang terjadi selama bulan suci tersebut dimaksudkan untuk melindungi masyarakat dari risiko penularan virus.
 
"Waze berkomitmen untuk mendukung upaya bantuan Virus Korona dalam melayani orang-orang di seluruh dunia selama masa-masa sulit ini. Contohnya, COVID-19 landing page yang kami luncurkan pada bulan April lalu. Pemerintah di seluruh dunia secara aktif didorong untuk berkontribusi data tentang lokasi pengujian medis dan pusat-pusat distribusi makanan darurat melalui inisiatif ini, sehingga para pengemudi dapat memiliki akses langsung ke berbagai sumber yang ada di tempat-tempat tersebut,” kata Marlin R Siahaan.
 

(UDA)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

1593070590673

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif