Pabrik Hyundai di Indonesia rencananya akan mulai beroperasi pada 2021. Hyundai
Pabrik Hyundai di Indonesia rencananya akan mulai beroperasi pada 2021. Hyundai

Industri Otomotif

Indonesia Diguyur Investasi USD50 Juta dari Korea Selatan

Otomotif industri otomotif hyundai
Ekawan Raharja • 17 Desember 2019 08:24
Bali: Korea Selatan terus menunjukan keseriusan mereka dalam berinvestasi manufaktur di tanah air. Tidak tanggung-tanggung, mereka mengguyur Indonesia dengan investasi senilai USD50 juta yang juga termasuk ke dalam investasi otomotif di dalamnya.
 
“Jadi, kami telah membicarakan mengenai pelaksanaan program kerja sama mulai tahun 2020 nanti. Mereka akan membantu Indonesia senilai USD50 juta untuk penerapan industri 4.0,” kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin RI, Harjanto, melalui keterangan resminya.
 
Kolaborasi kedua belah pihak ini akan berlangsung dalam lima tahun untuk meningkatkan kemampuan di lima sektor industri manufaktur yang menjadi prioritas pada peta jalan Making Indonesia 4.0. Setidaknya ada lima sektor manufakturing yang akan diperkuat, dan salah satunya adalah industri otomotif.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Tujuan dilaksanakannya The 1st Sub-Joint Committee Meeting di Bali ini adalah untuk mengingatkan kembali bahwa inisiatif kerja sama yang telah dituangkan di dalam MoU antara Kemenperin dan NRC dapat mulai dijalankan dengan membicarakan konsep kerja sama, pendekatan dan proyek-proyek yang dapat dilakukan tahun depan,” paparnya
 
Sebelumnya, Kemenperin dan Dewan Riset Nasional (National Research Council/NRC) Korea Selatan telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama tersebut pada 10 September 2018. Untuk mengimplementasikan isi MoU-nya, kedua belah pihak sepakat menandatangani Technical Framework untuk Working Level yang bertugas mengidentifikasi serta menentukan program prioritas kerja sama.
 
“Misalnya, kerja sama tentang joint research, policy support to specific entities, pertukaran staf atau tenaga ahli, memperluas networking di kalangan expert dan profesional, serta capacity building untuk pemerintah dan dunia usaha,” sebutnya.
 
Harjanto menyebutkan, hasil dan tindak lanjut dalam pertemuan ini menghasilkan beberapa kegiatan prospektif yang akan dilaksanakan antara Kemenperin dan NRC di tahun 2020, di antaranya melakukan joint research terkait lima sektor industri prioritas pada Making Indonesia 4.0.
 
“Namun demikian, dalam joint research tersebut juga masih memungkinkan untuk membahas topik lainnya, antara lain restruksturisasi Global Value Chain (GVC), National Digital Infrastructure Development, dan Smart City,” sebutnya.
 
Investasi yang diberikan oleh NRC Korea Selatan juga tidak terlepas dari investasi yang diberikan oleh Hyundai Motors kepada Indonesia melalui pembangunan pabrik di tanah air. Hyundai Motor Company akan membangun pusat manufaktur pertama yang berbasis di kawasan ASEAN di Kawasan Industri Kota Deltamas di Jawa Barat.
 
Fasilitas manufaktur ini akan mulai dibangun bulan Desember tahun ini dan diharapkan untuk memulai produksi komersial paruh kedua tahun 2021, dengan kapasitas tahunan sekitar 150 ribu unit. Pabrik ini nantinya pada kapasitas penuh akan dapat memproduksi sekitar 250.000 kendaraan setiap tahunnya.
 
Selain itu, merek ini juga menjajaki produksi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) kelas dunia di pabriknya di Indonesia. Hyundai berkomitmen untuk membantu mengembangkan ekosistem EV Indonesia, berkontribusi pada kualitas hidup masyarakat melalui kepemimpinannya dalam teknologi mobilitas bersih.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif