Suzuki Ertiga Diesel sudah pernah menggunakan teknologi SHVS. Suzuki
Suzuki Ertiga Diesel sudah pernah menggunakan teknologi SHVS. Suzuki

Mobil Listrik

Mengenal SHVS, Teknologi Hybrid Ringan dari Suzuki

Otomotif mobil listrik suzuki mobil
Ekawan Raharja • 08 September 2020 15:00
Jakarta: Pengembangan teknologi ramah lingkungan terus dikembangkan dan menjadi banyak bentuknya, seperti hybrid, plug -in hybrid, battery electric vehicle, hidrogen, dan lain-lainnya. Bahkan untuk teknologi hybrid juga banyak modelnya, salah satunya adalah Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS).
 
Teknologi ini sebenarnya sudah pernah di bawa ke Indonesia melalui Suzuki Ertiga Diesel pada tahun 2017. Sayangnya penjualannya yang seumur jagung membuat teknologi ini belum cukup dikenal di Tanah Air.
 
Secara keseluruhan teknologi ini tergolong ke dalam mild hybrid. Teknologi ini menggunakan Integrated Starter Generator (ISG), sebagai pengganti alternator konvensional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


ISG merupakan sebuah generator yang juga memiliki fungsi sebagai motor listrik tambahan. Tujuan utama penggunaannya adalah untuk efisiensi bahan bakar, karena selalu membantu mesin ketika dibutuhkan sehingga dapat meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar.
 
Di sisi lain, teknologi ini juga membutuhkan baterai Lithium Ion untuk menyimpan tenaga yang dihasilkan ISG, dan menjadi tenaga tambahan ketika dibutuhkan. Sehingga untuk tergolong sebagai kendaraan hybrid terpenuhi karena memiliki unsur kombinasi mesin konvensional, fungsi motor listrik yang dijalankan ISG, dan baterai.

Sistem Kerja SHVS

Mengenal SHVS, Teknologi Hybrid Ringan dari Suzuki
 
Kerja SHVS dimulai ketika mobil dalam kondisi diam, tidak menginjak pedal gas dan transmisi dalam mode N, maka mesin akan otomatis. Ketika hendak jalan, pengemudi tinggal menginjak gas perlahan, ISG akan bekerja dan kembali menghidupkan mesin.
 
Ketika awal-awal melaju, ISG juga akan memberikan bantuan tenaga melalui tenaga listrik yang tersimpan di dalam baterai. Sehingga kinerja mesin di awal perjalanan lebih ringan dan membuat efisiensi bahan bakar.
 
Saat mobil sudah berjalan, mesin hanya berfokus untuk menghasilkan tenaga saja. Sedangkan untuk sejumlah kelistrikan yang biasanya disokong oleh alternator mesin, kini menjadi tanggung jawab baterai listrik.
 
Sedangkan saat mobil melakukan deselerasi (perlambatan), secara otomatis ISG mengubah energi kinetik yang dihasilkan putaran roda menjadi energi listrik. Hasil ini mengisi daya baterai yang terdapat di mobil dengan teknologi SHVS.
 
(ACF)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif