Menjual mobil dengan harga murah takkan dilakukan MItsubishi karena akan menjatuhkan brand image. medcom.id/Ahmad Garuda
Menjual mobil dengan harga murah takkan dilakukan MItsubishi karena akan menjatuhkan brand image. medcom.id/Ahmad Garuda

Penjualan Mobil

Mobil Harga Murah, Mitsubishi: Itu Merusak Brand Image

Otomotif mitsubishi penjualan mobil mobil baru
Ahmad Garuda • 20 Mei 2020 10:46
Jakarta: Beberapa merek otomotif nasional melakukan penyesuaian dengan keinginan harga yang diminta oleh masyarakat. Terutama untuk kendaraan seperti mobil yang sangat dibutuhkan. Tak lain adalah untuk mengejar volume penjualan yang tinggi.
 
Bahkan, dengan fitur yang lebih tinggi, beberapa di antaranya menyamakan harga kendaraan tipe tertinggi merek A dengan harga kendaraan merek B di tipe terendah. Namun hal ini tak berlaku bagi Mitsubishi. Mereka dengan tegas mengatakan bahwa pasang harga murah untuk produk yang mereka produksi itu bisa jadi bumerang bagi pemilik merek itu sendiri.
 
"Ya, kami tidak akan menjual kendaraan dengan harga termurah untuk segmen yang ditempati tipe kendaraan tersebut. Harga murah ini tidak sehat untuk brand image merek yang kita usung. Jadi penyesuaian harga tetap akan dilakukan jika memang faktor pendukungnya ada," ujar Director of Sales dan Marketing Division PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Irwan Kuncoro saat memberikan tanggapannya melalui konferensi virtual dengan jurnalis otomotif pada Selasa (19/5/2020).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Irwan melanjutkan bahwa hal yang membuat mereka melakukan penyesuaian harga dipengaruhi beberapa faktor. Di antaranya kurs mata uang asing, pelemahan rupiah, perubahan skema pajak, insentif dan lain sebagainya. Kemudian juga harga dasar komponen untuk membuat kendaraan dan lain sebagainya.
 
"Bisa juga karena adanya penambahan fitur terkini yang membuat perubahan besar antara versi terbaru dengan versi yang sebelumnya. Itu semua jadi pertimbangan untuk menaikkan harga jual. Meski tidak setiap tahun juga harus naik harganya, namun setiap tahun kami melakukan audit kelayakan kenaikan harga, besarannya berapa dan skemanya."
 
Tujuan paling besar adalah untuk membuat kenaikan harga ini terasa pantas bukan hanya dari sisi industri, namun juga pengguna kendaraan tersebut dan keuntungan dari sisi banyak hal.
 
Jadi, jika Anda masih berharap merek yang satu ini menjual kendaraan lebih murah dari merek lain seperti Toyota, Daihatsu, Honda atau pun Suzuki, kemungkinan kecil ini terjadi. Apalagi target besar mereka dengan loho tiga berlian ini menjadi top of mind brand otomotif nasional. Menurut Anda, bagaimana?
 
(UDA)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif