Industri Otomotif

Ingin Bangun Pabrik, Permintaan Mazda Harus Besar

Ekawan Raharja 17 Maret 2018 12:12 WIB
mazdaindustri otomotif
Ingin Bangun Pabrik, Permintaan Mazda Harus Besar
All New CX-9 menjadi flagship Mazda di Indonesia. Mazda
Jakarta: Membangun pabrik otomotif di Indonesia masih menarik. Bahkan Mazda Indonesia juga tertarik membangun pusat produksi atau perakitan di negara ini.

Tentu saja membahas pabrik perakitan di Indonesia masih terbilang jauh jika melihat kondisi yang ada saat ini. Terlebih Mazda di Indonesia baru genap setahun di bawah PT Eurokars Motor Indonesia.

Tetapi rencana itu sudah dipersiapkan dalam rencana jangka panjang. Namun akan ada sejumlah persyaratan atau kondisi tersebut yang harus terpenuhi sebelum membangun pabrik di Indonesia.

"Tentu ada niatan kita untuk bangun perakitan di sini, tapi jumlahnya (penjualan) belum memadai untuk membangun pabrik di Indonesia. Kita tunggu penjualan kita dan masuk skala ekonomi," jelas President Director PT EMI, Roy Arman Arfandy, di Senayan City Jakarta.


Roy membeberkan skala ekonomi yang dimaksud, penjualan mereka di Indonesia bisa mencapai 15 ribu unit per tahun. Padahal di sepanjang 2017, penjualan masih di 3.861 unit.

"Target tahun ini delapan ribu unit, mungkin sekitar tiga sampai lima tahun lagi untuk mencapai 15 ribu unit per tahun. Nanti kita lihat, lebih dulu tercapai tahun atau unitnya terlebih dahulu," jawabnya sembari terkekeh.

Bos Mazda Indonesia ini juga akui belum membicarakan kepada Mazda di Jepang mengenai pembangunan pabrik di Indonesia. "Nanti kalau penjualan sudah sampai target besar jangka panjang itu kita akan mulai ajak bicara."

Saat ini, hampir seluruh lini produk Mazda di Indonesia didatangkan langsung dari Jepang. Hanya Mazda2 saja yang masuk dari Thailand.



(UDA)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id