Jaguar Land Rover pastikan sedang tidak mencari investor baru. JLR
Jaguar Land Rover pastikan sedang tidak mencari investor baru. JLR

Ralf Spet Tepis Anggapan Jaguar Land Rover Bakal Dijual

Otomotif industri otomotif
Ekawan Raharja • 25 Juni 2019 11:14
Inggris: Dalam beberapa tahun belakangan, Jaguar Land Rover mengalami masa-masa yang cukup sulit dengan turunnya penjualan mereka. Melihat kondisi ini, Jaguar Land Rover menegaskan kalau mereka masih baik dan merek produsen mobil asal Inggris tersebut tidak di jual.
 
CEO Jaguar Land Rover, Ralph Spet, menjelaskan masih berusaha untuk menghadapi kesulitan finansial yang menerka mereka belakangan. Sehingga mereka menegaskan kalau Jaguar Land Rover masih dimiliki oleh grup otomotif asal India Tata Motors.
 
"Sangat sederhana, Jaguar Land Rover tidak untuk dijual," tegas Ralph Spet dikutip dari Motor1.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ucapan dari bos Jaguar Land Rover ini menjadi penegas mereka tidak ingin dikaitkan dengan gosip pembelian mereka mereka dari Tata Motors. Sebelumnya Fiat Chrysler Automobiles (FCA) atau Hyundai digosipkan sedang di tahapan negosiasi untuk pembelian merek Jaguar Land Rover. Meski ada gosip itu, baik FCA Group dan Hyundai tidak membeberkan berapa penawaran yang diajukan untuk membeli merek otomotif premium asal Inggris itu.
 
"Kami masih berada di bawah Tata Motors dan meraih kesuksesan dengan penghargaan World Car Award tiga tahun terakhir," katanya.
 
Ralf Spet Tepis Anggapan Jaguar Land Rover Bakal Dijual
 
Tata Motors kini sudah memberi lampu hijau Jaguar Land Rover untuk memproduksi beberapa produk baru di waktu mendatang. Termasuk varian Land Rover mini dan produk Jaguar edisi terkini. Rangkaian produk itu ditargetkan sebagai senjata Jaguar Land Rover di pasar Inggris untuk jangka menengah dan panjang.
 
Seperti diketahui Jaguar Land Rover mengalami kerugian sekitar 354 juta pound atau sekitar USD450 juta antara April dan September 2018. Hal ini terjadi dikarenakan penurunan permintaan sebesar dua digit di China serta penurunan penjualan mobil diesel di Eropa.
 
Sehingga, menurut Reuters, grup otomotif asal Prancis, PSA Peugeot Citroen (PSA Group), FCA Group, atau Hyundai tertarik untuk menambah merek yang ada di bawah naungan mereka, dan menambah lini produk yang dijual.
 
Sedangkan Tata Motors malah membuat statment mengejutkan kalau mereka tidak akan menjual saham JLR. "Sesuai dengan peraturan, kami tidak mengomentasi spekulasi di media. Tetapi kami pastikan rumor tersebut tidak benar," ungkap keterangan Tata Motors sebagai pemilik 100 persen JRL.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif