Ilustrasi kendaraan listrik. Toyota
Ilustrasi kendaraan listrik. Toyota

Industri Otomotif

5 Merek Kendaraan Kolaborasi Bangun Ekosistem Elektrifikasi Di Bali

Ekawan Raharja • 24 Mei 2022 17:46
Jakarta: Pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia membutuhkan banyak dukungan dari berbagai pihak. Bahkan sejumlah merek otomotif di Indonesia sampai bekerja sama demi membantu pengembangan ekosistem kendaraan listrik.
 
Mitsubishi Motors, Nissan, FUSO, Isuzu dan Toyota sepakat bekerja sama untuk mempopulerkan kendaraan listrik di Indonesia melalui program EV Smart Mobility – Joint project. Langkah inisiasi ini tidak hanya bertujuan untuk mendukung upaya Pemerintah dalam mempercepat pengurangan emisi karbon, tetapi juga untuk memperluas pengenalan dan makin mempopulerkan kendaraan listrik sebagai salah satu kunci mobilitas massal di masa depan. Selain itu, kehadiran joint project ini juga untuk membantu upaya revitalisasi sektor industri pariwisata di Indonesia melalui pengembangan wisata ramah lingkungan (ekowisata), dan sekaligus diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap posisi Indonesia sebagai presidensi G20 pada tahun 2022 yang akan diselenggarakan di Bali.
 
EV Smart Mobility – Joint Project merupakan wujud kontribusi 5 APM otomotif untuk mengambil peran dalam upaya pengurangan emisi karbon di industri otomotif Indonesia. Para distributor otomotif ini bekerja sama mengembangkan Multi-Pathway guna memperluas pilihan kendaraan elektrifikasi kepada masyarakat, termasuk didalamnya hydrogen Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV), Battery Electric Vehicle (BEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang bersumber tenaga listrik, Hybrid Electric Vehicle (HEV) yang menggabungkan EV, dan mesin konvensional (Internal Combustion Engine/ICE) sehingga mampu mengurangi emisi karbon tanpa melalui proses charging. Bahkan teknologi ICE dapat berkontribusi besar dengan memanfaatkan penggunaan biofuel.
 
Pendekatan Multi-Pathway diyakini dapat mempercepat kehadiran teknologi ramah lingkungan yang mudah diakses publik agar mampu mengurangi emisi sesuai dengan keberadaan sumber energi terbarukan, kesiapan infrastruktur pengisian daya, dan kebutuhan penggunaannya. Dengan pendekatan ini, seluruh pengguna dapat ikut berkontribusi dalam langkah pengurangan emisi karbon melalui cara mereka masing-masing. Karena itu, EV Smart Mobility – Joint Project yang menghadirkan BEV dan PHEV dalam pelaksanaannya diposisikan sebagai bagian dari inisiatif bersama untuk membuka peluang bagi penggunaan kendaraan Elektrifikasi di Indonesia.
 
“Kami ingin menegaskan komitmen bersama untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam upaya pengurangan emisi karbon dengan mengembangkan dan mempopulerkan kendaraan listrik ramah lingkungan. Selain itu, Joint Project ini juga merupakan bentuk dukungan kami selaku pelaku industri otomotif kepada pemerintah demi mensukseskan posisi Indonesia sebagai presidensi G20 pada tahun 2022," jelas Sekretariat Project yang mewakili 5 APM otomotif tersebut, Susumu Matsuda, melalui keterangan resminya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Halaman Selanjutnya
"Kerja sama ini kami rancang…
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif