Mimpi Lexus Indonesia untuk Mobil Otonom
Penampilan perdana Lexus LS+ di GIIAS 2018. Lexus
BSD City: Di sela-sela booth Lexus Indonesia di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 terparkir Lexus LS+. Mobil ini mendapatkan panggung khusus di bagian pojok kiri dengan panggung khusus berbentuk lingkaran.

General Manager Lexus Indonesia, Adrian Tirtadjaja, bercerita bahkan mereka memang sengaja membawa LS+ ke Indonesia. Sebuah mobil konsep dengan teknologi otonom yang akan menghantarkan kemana pun penumpangnya tanpa memerlukan supir.

"Lexus ke Indonesia bukan hanya untuk jualan mobil saja tapi juga ingin memberikan inspirasi bagi seluruh industri otomotif di Indonesia. Jadi orang-orang berbicara inginkan mobil-mobil dengan teknologi tinggi, mesin turbo, atau bahkan hybrid atau hybrid electric vehicle, dan Lexus sebagai produsen mobil sudah tidak memikirkan itu, bahkan kita sudah mencap untuk mobil tanpa kemudi alias otonom," ujar Adrian kepada Medcom.id Rabu (8/8/2018) di Royal Majesty Lexus Indonesia.

Memamerkan LS+ ke Indonesia juga sebagai bentuk supremasi Lexus Indonesia dengan menghadirkan teknologi paling tinggi. Bentuk desain futuristik dan teknologi masa depan ini pula menunjukan kesiapan pabrikan asal Jepang ini untuk menyongsong teknologi otomotif masa depan.


"Kalau kita berani kasih lihat ada mobil seperti ini (LS+), berarti di dalam internal sudah siap memproduksi secara massal. Kita ingin kasih signal ke masyarakat kalau Lexus sudah di depan kompetitor kita," sambungnya.

Lexus yakin bahwa suatu saat ini nanti Indonesia siap untuk menerima mobil otonom. Melihat pertumbuhan infrastuktur diharapkan dapat juga mengubah perilaku masyarakat Indonesia untuk lebih tertib berkendara dan lalu lintas lebih tertib.

"Tapi untuk LS+ kapan bisa dijalankan itu menanti banyak faktor, mulai dari infrastukturnya, lalu juga kesiapan mental customernya, jadi itu salah satu LS+ agar kita bisa terinspirasi dengan Lexus Indonesia. Sangat mungkin kenapa kita bawa karena kita ada potensinya ke depan. Kita lihat pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) ini sangat bagus. Infrastukturnya cukup masive, banyak, dan pembangunan infrastuktur baru dibangun dipemerintahan Jokowi sekarang yang cukup masive dan cepat."

LS+ diperkirakan akan masuk tahap produksi pada 5-10 tahun mendatang. Sehingga untuk saat ini masih ditahapkan konsep, dan tidak untuk di jual.

"Belum juga di luar negeri. Meski ini sudah jadi dan siap untuk produksi, cuma ini belum diproduksi massal. Sebenarnya ini sudah siap untuk di produksi, mungkin 5-10 tahun mendatang," cerita Adrian.



(UDA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id