Executive Vice President Toyota Motor Corporation, Shigeki Terashi, menjelaskan sekarang ini permintaan mobil listrik meningkat tajam. Toyota
Executive Vice President Toyota Motor Corporation, Shigeki Terashi, menjelaskan sekarang ini permintaan mobil listrik meningkat tajam. Toyota

Toyota Percepat Target Mobil Listrik ke 2025

Otomotif toyota mobil listrik
Ekawan Raharja • 14 Juni 2019 12:49
Tokyo: Toyota Motor Corporation kini melakukan revisi terhadap target pengembangan mobil listriknya. Bahkan mereka akan mempercepat targetnya tersebut lima tahun dari rencana yang sudah di susun sebelumnya.
 
Raksasa otomotif dari Jepang ini kini menargetkan setengah dari penjualannya di global sudah disokong oleh mobil listrik. Langkah ini diambil karena sejumlah kerja sama mengenai pengembangan mobil listrik yang dilakukan dengan beberapa perusahaan asal Tiongkok.
 
Executive Vice President Toyota Motor Corporation, Shigeki Terashi, menjelaskan sekarang ini permintaan mobil listrik meningkat tajam. Meningkatkan mobil listrik ini tidak terlepas dari semakin ketatnya peraturan mengenai emisi, dan akhirnya berimbas kepada meningkatnya permintaan baterai lithium-ion dalam lima tahun ke depan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami menganggap diri kami sebagai pembuat baterai kendaraan listrik. Tetapi mungkin ada jarak antara jumlah baterai yang dapat kami hasilkan, dan jumlah baterai yang kami butuhkan," kata Terashi dikutip dari Reuters.
 
Rival dari Honda ini akan memanfaatkan kerja sama dengan Contemporary Amperex Technology Co Ltd (CATL) asal Tiongkok dan pembuat mobil listrik China BYD Co Ltd bagian dari pengadaan baterai. Toyota juga sudah menggandeng Panasonic untuk pengembangan baterai lithium-ion prismatik.
 
Salah satu bos di Toyota itu juga menjelaskan perusahaan telah membuat mobil kecil dua kursi listrik untuk perjalanan jarak pendek dengan kecepatan maksimum 60 kilometer per jam dan jangkauan 100 kilometer. Kemudian Toyota juga diketahui telah meneken kesepakatan bersama Subaru untuk mengembangkan Sport Utility Vehicle (SUV) listrik, kerja sama ini dibentuk agar biaya pengembangan dan produksi semakin ringan.
 
Meski banyak kerja sama di sektor mobil listrik dengan baterai, Toyota memiliki fokus terhadap mengenai kendaraan hidrogen. Bahkan mereka tidak melakukan revisi rencana mengenai mobil bertenaga air tersebut di masa mendatang.
 
"Kami belum mengubah kebijakan kami terhadap EV baterai. Kami tidak mengalihkan fokus kami untuk memprioritaskan EV baterai, kami juga tidak meninggalkan strategi FCV (fuel cell vehicle- kendaraan hidrogen) kami," ucapnya.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif