Fitur cruise control kini lazim ditemukan di berbagai mobil. Nissan
Fitur cruise control kini lazim ditemukan di berbagai mobil. Nissan

Teknologi Otomotif

Fitur Cruise Control Lahir dari Tuna Netra

Otomotif teknologi otomotif
Ekawan Raharja • 29 Juni 2020 15:31
Jakarta: Fitur cruise control sekarang ini sudah banyak ditemukan di mobil-mobil dan menjadi salah satu cikal bakal pengembangan kendaraan otonom (mobil tanpa sopir). Tetapi banyak yang tidak tahu bahwasanya fitur canggih satu ini sebenarnya lagi atas penemuan seorang tuna netra.
 
Fitur cruise control pada dasarnya ditemukan oleh Ralph Teetor dan dipatenkan olehnya pada tahun 1945. Dia merupakan sarjana teknik mesin lulusan University of Pennsylvania pada tahun 1912.
 
Ralph memiliki keterbatasan penglihatan sejak umur lima tahun akibat kecelakaan yang dialaminya saat berkegiatan dengan pisau. Namun karena keterbatasan penglihatan ini, dia pun memiliki kemampuan yang lebih peka terhadap indera-indera lainnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Cerita awal ditemukannya cruise control karena dia merasa jengah dengan pola mengemudi rekannya. Dia bisa merasakan pergerakan mobil selama perjalanan karena indera-indera miliknya bekerja lebih peka dari orang-orang lain.
 
Jadi dia merasakan ketika rekannya sedang berbicara, maka kecepatan mobil akan berkurang. Kecepatan akan kembali meningkat ketika Ralph sedang berbicara dan rekannya ini mendengarkan saja. Hal ini kemudian yang membuatnya berpikir bagaimana membuat kecepatan ini tetap stabil, baik saat rekannya sedang berbicara atau sedang mendengarkan percakapan.
 
Akhirnya dia pun memulai pengembangan cruise control dengan menerapkan prinsip mengganti fungsi pedal gas. Sederhananya sistem menyesuaikan posisi akselerator dengan mengkalkulasi putaran atau rotasi poros gardan.
 
Kemudian dengan bantuan solenoid, sejenis sistem elektromagnetik dan kumparan listrik, komponen tersebut mengaktifkan katup throttle melalui kabel yang terhubung aktuator. Katup ini yang menyesuaikan sesuai perintah dari pengemudi untuk mengontrol daya dan kecepatan mesin dengan mengatur suplai udara yang dibutuhkan ruang bakar.
 
Akhirnya pada tahun 1945, Ralph sukses mematenkan temuannya ini. Waktu itu nama temuannya ini masih akrab disebut sebagai controlmatic, touchomatic, pressomatic, atau speedostat. Nama cruise control akhirnya digunakan oleh Chrysler ketika menggunakannya di model Imperial, New Yorker, dan Windsor pada 1958.

Fungsi dan Cara Menggunakan Cruise Control

Cruise control adalah salah satu teknologi yang diterapkan di mobil dengan fungsi mengatur kecepatan mesin stabil tanpa membutuhkan pijakan pedal gas. Fitur ini memungkinkan mobil Anda tetap bergerak dengan kecepatan yang stabil tanpa kaki harus menginjak pedal gas.
 
Untuk mengaktifkan fitur cruise control, umumnya harus memacu kecepatan sesuai yang diinginkan misal 80 kilometer per jam. Kemudian, tekan tombol cruise control dan mobil dengan sendirinya akan mempertahankan kecepatan untuk tetap stabil pada kecepatan tersebut tanpa perlu menekan pedal gas lagi.
 
Namun dari aturan pabrikan biasanya membatasi kecepatan cruise control minimal 60 kilometer per jam. Bila tingkat laju di bawah kecepatan tersebut, maka fitur ini tidak dapat aktif. Inilah yang menjadi alasan mengapa fitur cruise control hanya bisa efektif digunakan di jalan bebas hambatan atau jalan tol. Fitur ini tidak dapat digunakan ketika berada di kondisi jalan yang ramai karena sangat berisiko tertabrak.
 
Perkembangan cruise control pun sekarang juga terus dilakukan, sehingga kini lahir sudah generasi keduanya yakni adaptive cruise control. Adaptive cruise control memungkinkan cruise control menyesuaikan kecepatan dengan kendaraan yang berada di depannya, sehingga fitur ini bisa menaikan dan menurunkan kecepatan secara otomatis agar tidak menabrak mobil didepannya.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

1593070590673

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif