Ilustrasi. Antara/Arif Firmansyah
Ilustrasi. Antara/Arif Firmansyah

Lalu Lintas

Kepolisian Siap Simulasi Lockdown Jakarta

Otomotif lalu lintas Coronavirus
M. Bagus Rachmanto • 29 Maret 2020 20:51
Jakarta: Pemerintah diminta menutup pintu masuk dan keluar Kota Jakarta. Hal itu untuk mencegah penyebaran virus korona meluas.
 
Wakil Ketua Komisi VI DPR Martin Manurung mengatakan penutupan akses masuk dan keluar Jakarta sudah seharusnya dilakukan karena sebagai episentrum wabah covid-19. Jumlah pasien positif korona pun terus bertambah. Bahkan penyebarannya meluas ke berbagai daerah di nusantara.
 
"Penutupan akses keluar masuk Jakarta diberlakukan untuk masyarakat atau penumpang. Karena penyebaran virus ini lebih banyak karena carrier atau pembawa," kata Martin, Jakarta, Sabtu, 28 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Martin menjelaskan penutupan tidak dilakukan secara menyeluruh. Petugas pengirim barang atau operasi kenegaraan tetap bisa beraktivitas. Sehingga ekonomi negara dan program pemerintah dalam penanganan pandemi korona tetap bisa berlangsung.
 
“Diharapkan pemerintah memutus akses dari maupun ke Ibu kota untuk memutus mata rantai yang semakin banyak. Dan ini hanya sementara hingga keadaan membaik,” ujar Ketua DPP Partai NasDem tersebut.
 
Baru-baru ini beredar Telegram Resmi (TR) Polda Metro Jaya nomor STR/414/III/OPS.2/2020 yang menyebutkan bahwa akan membatasi pergerakan lalu yang akan masuk dan keluar Jakarta. Namun menurut sumber media, Telegram Resmi (TR) Polda Metro Jaya tersebut untuk karantina wilayah DKI Jakarta.
 
TR tersebut dikeluarkan untuk melakukan simulasi jika Pemerintah Pusat telah resmi melakukan lockdown atau karantina wilayah untuk mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19 di DKI Jakarta. TR berisi lima perintah Kapolda Metro Jaya.
 
Pertama yaitu memerintahkan Kabag Ops Polda Metro Jaya membuat rencana pengamanan penutupan jalan atau pengalihan arus kendaraan yang akan keluar-masuk ke DKI Jakarta.
 
Kedua, beberapa jalur yang akan ditutup semua jalan raya dan jalan kecil atau perkampungan yang menjadi akses keluar-masuk ke DKI Jakarta.
 
Ketiga, penutupan jalan raya dan jalan kecil itu dilakukan oleh Polri yang dibantu TNI (Kodim/Koramil) dan Pemda setempat.
 
Keempat, menutup semua akses tol yang menjadi titik keluar-masuk DKI Jakarta di mana pengamanannya dilakukan Polri dan TNI serta Jasa Marga.
 
Kelima, rencana pengamanan dan penutupan seluruh akses keluar-masuk ke DKI Jakarta itu akan dirapatkan pada Senin 30 Maret 2020 pukul 08.30 WIB di Ruang Rapat lantai 21 Gedung Promoter Polda Metro Jaya.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif