Honda Brio. Honda
Honda Brio. Honda

Industri Otomotif

LCGC Tak Lagi Spesial, Honda: Semua Merasakan

Otomotif industri otomotif honda mobil lcgc
Ekawan Raharja • 19 Januari 2021 14:00
Jakarta: Kendaraan Bermotor Roda Empat Hemat Energi (KBH2) atau Low Cost Green Car (LCGC) akan dikenakan skema baru Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) di tahun 2021. Hal ini membuat pajak mobil LCGC tidak lagi spesial karena akan ada kenaikan di tahun 2021.
 
Menurut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 73 Tahun 2019 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai PPnBM, LCGC akan dikenakan pajak PPnBM sebesar 3 persen dimana sebelumnya hanya 0 persen. Peraturan ini akan berlaku setelah 2 tahun diundangkan, artinya akan berlaku pada 16 Oktober 2021.
 
"Benar, harmonisasi PP Nomor 73/2019 akan berlaku per Oktober 2021. LCGC naik 3 persen (PPnBM),  dan kita sekarang berbicara bukan soal cc (ukuran mesin) atau jenis kendaraan tapi kandungan CO2," ungkap Business Innovation and Marketing & Sales Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy, melalui jumpa pers daring.
 
Efeknya sudah jelas untuk sejumlah pemain LCGC seperti Honda, Suzuki, Toyota, dan Daihatsu akan melakukan kenaikan harga mengingat ada kenaikan pajak. Meski demikian, Honda yang sedang mengecap manisnya Brio Satya di tahun 2020 tidak risau dengan kondisi ini.
 
Seperti yang diketahui, Brio Satya menjadi penyokong utama penjualan Jenama asal Jepang ini di tahun 2020. Brio Satya menyumbang penjualan 31.713 unit mobil, dan apabila digabungkan dengan penjualan Brio sebanyak 11.308 unit mobil, maka Brio menjadi model paling laris di Indonesia.
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif