All New Daihatsu Terios. Medcom.id/M Bagus Rachmanto
All New Daihatsu Terios. Medcom.id/M Bagus Rachmanto

Tren Lesu, Penjualan Daihatsu Akhir 2019 Naik?

Otomotif industri otomotif
M. Bagus Rachmanto • 13 Desember 2019 08:51
Jakarta: Meski tak seperti Avanza yang sejak peluncuran perdananya pada 2003 silam hingga kini sudah terjual lebih dari 1,8 juta unit. Daihatsu merasa bersyukur jelang akhir tahun 2019 penjualannya bergerak ke arah tren positif.
 
Disebutkan, periode November, penjualan ritel Daihatsu tercatat sebanyak 16.214 unit dengan capaian market share sebesar 17,5%, serta whole sales sebesar 15.911 unit (17,5%). Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (Oktober), penjualan Daihatsu secara total volume mengalami peningkatan pada retail sales, sebesar 4,1% menjadi 16.214 unit.
 
Pada sisi ritel, penjualan Daihatsu di November, dari total 16.214 unit, Sigra masih mendominasi secara volume dengan pencapaian 4.144 unit atau berkontribusi sebesar 25,6%.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gran Max (PU) juga menyusul dengan hasil 3.762 unit (23,2%), dan Terios 2.524 unit (15,6%). Untuk Ayla, Xenia, dan GranMax (MB) berada di angka 1.300 – 2.100-an unit (8-13%).
 
Daihatsu mengklaim, Model yang mengalami peningkatan permintaan adalah Terios, sebanyak 449 unit, Gran Max (PU) 426 unit, dan Ayla 249 unit.
 
“Kami bersyukur, penjualan Daihatsu tetap menunjukkan tren positif. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang baik dari masyarakat. Semoga capaian dan kepercayaan yang baik ini bisa dapat terus terjaga dan terus memotivasi kami menjadi lebih baik,” ujar Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Amelia Tjandra dalam keterangan persnya.
 
Sementara itu, Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Anton Jimmi Suwandy, menungkapkan mobil keluarga Avanza bisa diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia karena mengusung model multi purpose vehicle (MPV) 7-seater yang bisa diandalkan. Bahkan sekarang saat ini, di tengah kondisi pasar yang sedang turun hingga 11 persen, saudara kembar Daihatsu Xenia ini terus diminati oleh konsumen di tanah air.
 
"Di tahun ini, angka penjualan Avanza tumbuh 6,9 persen dibandingkan tahun lalu, di tengah penurunan permintaan pasar sebesar 11,1 persen segmen Low MPV. Ini membuktikan Avanza tidak hanya tetap menjadi pilihan karena mampu memenuhi ekspektasi dan kebutuhan masyarakat Indonesia," ungkap Anton Jimmi Suwandy.
 
Bahkan anak usaha Astra Group ini harus mengakui dengan kelahiran Avanza menjadi titik awal pasar LMPV semakin besar. Kemudian disusul dengan beberapa pemain lainnya seperti Honda Mobilio, Suzuki Ertiga, hingga akhirnya Wuling Confero hadir beberapa tahun belakangan.
 
“Pasar Low MPV berkembang sangat pesat semenjak Avanza muncul. Satu tahun sebelum Avanza muncul, pasar Low MPV hanya berkisar 5 ribuan unit. Namun setelah Avanza muncul pasar Low MPV naik tajam menjadi mendekati 80 ribu unit pada akhir tahun 2004. Bahkan, pasar Low MPV pernah mencapai titik tertinggi di tahun 2013 dengan pencapaian lebih dari 200 ribu unit," sambung Anton Jimmi Suwandy.
 
Hingga kini pasar MPV, khususnya LMPV, masih menjadi kontributor terbesar pasar otomotif di Indonesia. Menuju 2020, akankah Toyota dan Daihatu berkolaborasi lagi menghadirkan mobil kembar generasi terbaru mereka, usai model yang ada sekarang ini sudah bertahan sejak 2011?
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif