Penjualan otomotif terasa menurun di tengah pandemik virus korona. Lampost
Penjualan otomotif terasa menurun di tengah pandemik virus korona. Lampost

Industri Otomotif

Bukan Cuma Orang, Korona juga Bikin Sakit Industri Otomotif

Otomotif industri otomotif Virus Korona virus corona covid-19
Ekawan Raharja • 08 April 2020 10:16
Jakarta: Virus korona memang memiliki efek langsung kepada kesehatan manusia, dan berdampak juga kepada sektor ekonomi. Industri otomotif turut merasakan dampak dari pandemik ini dan membuat kondisi menjadi kian sulit.
 
Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Pertahanan (IMATAP) Kemenperin, Putu Juli Ardika, mengemukakan, dampak wabah Covid-19 sangat dirasakan oleh industri otomotif nasional. Hal ini dapat dilihat dari penurunan permintaan kendaraan bermotor di Indonesia.
 
“Jumlah penjualan kendaraan roda empat atau lebih pada bulan Januari 2020 sebesar 80,4 ribu unit atau turun sebesar 1,1 persen dari periode sebelumnya, kemudian bulan Februari 2020 sebesar 79,5 ribu unit atau turun sebesar 3,1 persen dari periode sebelumnya,” ungkap Putu Rabu (8/4/2020).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) telah melaporkan koreksi target penjualan di tahun 2020 kepada Kementerian Perindustrian, yang diperkirakan mengalami kontraksi sebesar 50 persen akibat menurunnya permintaan dari dalam negeri dan luar negeri.
 
Di samping itu, masalah lainnya yang dihadapi industri otomotif nasional adalah pasokan bahan baku dan komponen terutama dari negara-negara yang menerapkan kebijakan lockdown. Hal ini membuat industri manufaktur kendaraan bermotor dipaksa mencari alternatif sumber bahan baku dan komponen untuk mempertahankan produksi.
 
“Terganggunya industri otomotif juga memberikan dampak terhadap perekonomian nasional. Industri otomotif memiliki kontribusi signifikan terhadap PDB khususnya terhadap PDB non migas sebesar 3,98 persen pada tahun 2019,” tutur Putu.
 
Menyikapi beberapa Agen Pemegang Merek (APM) yang melakukan penghentian sementara produksinya, langkah tersebut diambil untuk melindungi kesehatan karyawan dan seluruh elemen perusahaan sebagai bentuk respons kondisi terkini penyebaran wabah Covid-19. Kemenperin juga telah berkirim surat kepada Menteri Dalam Negeri dan Gubernur/Bupati/Walikota di seluruh Indonesia dalam rangka permintaan dukungan untuk membantu pelaksanaan kegiatan industri dalam masa tanggap darurat di wilayah masing-masing.
 
“Kemenperin meminta agar pemerintah daerah tidak membatasi aktivitas kegiatan industri. Bapak Menteri Perindustrian (Agus Gumiwang) juga meminta kepada dinas yang bertanggungjawab di bidang industri dan asosiasi untuk melakukan pembinaan kepada perusahaan industri agar senantiasa menjalankan protokol pencegahan covid-19 di lingkungan kerja,” jelasnya.
 
Lebih lanjut, pada tanggal 7 April 2020, Menteri Perindustrian telah mengeluarkan Surat Edaran Menperin No 4 tahun 2020 mengenai pelaksanaan operasional pabrik dalam masa kedaruratan kesehatan masyarakat Coronavirus Disease 2019 (covid-19), di mana perusahaan industri diberikan ijin untuk tetap menjalankan kegiatan usahanya dengan wajib memenuhi ketentuan protokol pencegahan covid-19 yang harus dijalankan oleh perusahaan industri maupun bagi pekerjanya.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif