Mobil Baru

Desain Aerodinamika, jadi Kuncian Honda agar Brio Irit

Ekawan Raharja 13 September 2018 15:15 WIB
mobil baruhonda mobil
Desain Aerodinamika, jadi Kuncian Honda agar Brio Irit
Aerodinamis menjadi sektor yang sangat diperhatikan di All New Brio. Medcom.id/Ekawan Raharja
Jakarta: All New Honda Brio memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya. Hal ini tentu akan mempengaruhi bobot, sisi aerodinamika, dan konsumsi bahan bakar jika tidak ditangani dengan baik.

Kalau menilik dimensinya saja, kini All New Brio memiliki panjang 3.800 mm, lebar 1.680 mm, tinggi 1.485 mm, dan sumbu roda 2.405 mm. Jarak antar penumpang depan dan belakang kini bertambah 40 mm, knee clearance baris kedua juga bertambah 60 mm, leg room baris kedua bertambah 42 mm, hingga kapasitas bagasi bertambah 84 liter.

Sektor bobot tentu meningkat mengingat ada sejumlah perbaikan di sasis untuk mengakomodir ruang yang lebih besar. Large Project Leader All New Brio Honda R&D Asia Pacific Co. Ltd, Tsutomu Harano, mengakui ada beberapa perubahan di sasis seperti memperpanjang sasis hingga memperkuat sasis di beberapa bagian.

"Pertama untuk kelas LCGC ada keharusan mobil ini punya efisiensi 20 kilometer per liter (kpl). Tetapi size lebih besar sehingga musti ditangani dengan memperbaiki aerodinamis," ujar Tsutomu Rabu (12/9/2018) di Djakarta Theater Jakarta.

Sisi aerodinamis menjadi bagian yang diperhatikan secara sungguh-sungguh. Mereka melakukan uji terowongan angin utnuk mengecek sejauh mana coefisien drag (cd) bisa diturunkan.


"Bagian yang banyak berubah di bagian hood, kedua di area rear combi (lampu belakang). cd-nya lebih baik 0,02 persen dibanding sebelumnya," pungkas Tsutomu.

Sebagai informasi, All New Honda Brio terbagi atas dua varian. Yakni varian Satya yang termasuk ke dalam LCGC dan juga Brio yang termasuk segmen citycar.



(UDA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id