Rifat yang menggunakan mobil Mitsubishi Lancer Evo keluaran tahun 1999, harus bertanding melawan mobil-mobil baru dengan mesin yang lebih prima. XRT
Rifat yang menggunakan mobil Mitsubishi Lancer Evo keluaran tahun 1999, harus bertanding melawan mobil-mobil baru dengan mesin yang lebih prima. XRT

Tepat HUT ke-74 RI, Rifat Sungkar Belum Maksimal Balapan

Otomotif mitsubishi balap mobil
Ekawan Raharja • 19 Agustus 2019 14:44
Jakarta: Pereli Xpander Rally Team, Rifat Sungkar, berhasil menyelesaikan balap di ajang NZRC Goldrush Rally of Coromandel yang digelar di Moewai Park, Selandia Baru pada Sabtu (17/8/2019). Balapan ini juga menjadi momen yang cukup spesial bagi Rifat Sungkar karena bertepatan dengan HUT ke-74 Republik Indonesia.
 
Meski tidak sesuai dengan rencana awal, Rifat berkomitmen dan berjuang untuk mewakili Indonesia di salah satu ajang reli internasional terbesar di Selandia Baru. Dengan mengandalkan rencana alternatif, Rifat dengan navigatornya M Redwan mampu menempati peringkat keseluruhan 25 dari total 63 peserta.
 
“Reli sudah selesai tanpa ada kendala berarti walaupun kita semua tahu bahwa ini bukan rencana awal melainkan sebuah alternatif. Namun saya berkomitmen untuk tetap bisa berlomba membawa nama Indonesia di HUT ke-74 Republik Indonesia,” usai Rifat balapan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tepat HUT ke-74 RI, Rifat Sungkar Belum Maksimal Balapan
 
“Satu hal yang saya pelajari adalah setelah vakum cukup lama di dunia reli, ada tugas untuk mencari ritme dan menyesuaikan diri dengan suasana reli itu sendiri. Saya merasa beruntung di reli Selandia Baru ini sangat banyak masyarakat Indonesia bahkan masyarakat Selandia Baru yang memberikan dukungan tak henti,” tambah Rifat.
 
Rifat yang menggunakan mobil Mitsubishi Lancer Evo keluaran tahun 1999, harus bertanding melawan mobil-mobil baru dengan mesin yang lebih prima dan dengan beragam parts mobil yang tentu berbeda. Perlombaan kali ini pun dijadikan Rifat sebagai bahan pembelajaran dan menambah jam terbang sebelum dirinya tampil di ajang-ajang reli menggunakan Mitsubishi Xpander AP4.
 
Tak hanya Rifat, Redwan pun jadi banyak menerima pelajaran baru dari ajang Rally of Coromandel ini. “Saya sebagai navigator yang baru pertama kali turun di ajang reli internasional menjadi lebih mengerti tentang teknis-teknis yang harus diperhatikan apalagi ini reli panjang yang menempuh jarak lebih kurang 400 kilometer. Dari mulai mengukur kecepatan, akurasi, kalkulasi waktu, dan lain-lain sebisa mungkin harus presisi,” ungkap Redwan.
 
Dukungan bagi Rifat dan Xpander Rally Team juga datang dari Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya, beserta masyarakat Indonesia yang menetap di Selandia Baru. “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk semua dukungan yang diberikan sehingga saya dan Redwan bisa menyelesaikan balapan dan mengibarkan bendera merah putih di garis finis tepat di HUT ke-74 RI,” pungkas Rifat.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif