Penjualan mobil di Tiongkok mengalami penurunan. Carscoops
Penjualan mobil di Tiongkok mengalami penurunan. Carscoops

Penjualan Mobil di Tiongkok Lesu, Ada Apa?

Otomotif penjualan mobil industri otomotif
M. Bagus Rachmanto • 14 Juni 2019 08:07
Tiongkok: Industri otomotif Tiongkok menghadapi sistuasi yang kurang mengenakkan, lantaran penjualan mobil di negeri Tirai Bambu itu mengalami penurunan.
 
Asosiasi produsen otomotif The China Association of Automobile Manufacturers (CAAM) memprediksi penjualan mobil di 2019 masih akan terus menciut. CAAM mengungkapkan bahwa penjualan Maret turun 5,2 persen, April 14,6 persen dan Mei 2019 anjlok hingga 16,4 persen, jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu.
 
Seperti diberitakan Carscoops, asisten sekretaris jenderal CAAM, Xu Haidong mengatakan sejumlah provinsi telah menerapkan standar emisi kendaraan 'China VI' menjelang tenggat waktu 2020 yang ditetappkan pemerintah pusat, dan membuat beberapa produsen mobil lengah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Xu juga mengatakan bahwa terjadi penurunan daya beli di kalangan kelompok berpenghasilan rendah hingga menengah di seluruh negeri. Ia berharap memerintah Tiongkok dapat bertindak cepat dengan memberikan rangsangan untuk mendorong peningkatan daya beli masyarakat.
 
Penjualan Mobil di Tiongkok Lesu, Ada Apa?
 
Tidak hanya kendaraan kendaraan konvensional atau motor pembakaran dalam (Internal Combustion Engine/ICE) yang mengalami penurunan penjualan. Pertumbuhan di segmen kendaraan energi baru juga menurun.
 
Pada Mei 2019 penjualan hanya tumbuh sebesar 1,8 persen, secara signifikan lebih kecil dari pertumbuhan 18,1 persen yang tercatat di bulan April. Akibatnya penjualan kendaraan komersial seperti bus menawarkan diskon besar-besaran karena adanya regulasi standar emisi yang ketat.
 
Registrasi kendaraan penumpang di Tiongkok turun 5,8 persen tahun lalu menjadi 22,35 juta, dan peurunan masih akan berlanjut pada tahun ini. Para produsen mobil berharap pemerintah tanggap dan segera memperbaiki keaadaan, mengingat pentingnya industri otomotif di negara tersebut.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif