Ilustrasi. Jaguar Land Rover
Ilustrasi. Jaguar Land Rover

Industri Otomotif

Senjakala Mesin Konvensional Jaguar

Otomotif industri otomotif
Ekawan Raharja • 01 Maret 2021 16:00
Jakarta: Tren kendaraan ramah lingkungan, khususnya mengarah ke teknologi listrik, membuat pengembangan mesin konvensional (internal combustion engine/ICE) semakin sulit. Bahkan Jaguar sudah mempersiapkan diri dengan menghentikan produksi mesin-mesin konvensional mereka.
 
Langkah ini diketahui akan mulai mereka lakukan pada tahun 2025. Efek dari penghentian produksi mesin konvensional ini akan berefek kepada mesin-mesin V8 yang ada di F-Type, dan mesin Turbocharged inline 6 silinder dalam 4 tahun ke depan.
 
Menurut First Post, strategi yang diambil ini merupakan bagian dari pencitraan ulang menjadi produsen kendaraan tanpa emisi gas buang setelah tahun 2025. Pencitraan ini juga tidak hanya berlaku untuk Jaguar saja, namun juga merek Land Rover.
 
CEO Jaguar Land Rover, Thierry Bolloré, bercerita, melalui pencitraan baru mereka ini untuk mendefinisikan ulang kemewahan namun dengan tetap menghadirkan emosional. Selain itu pencitraan yang dilakukan juga akan tetap mengedepankan sisi manusia sebagai yang utama.
 
"Kami menciptakan karya seni tetapi semuanya dengan teknologi terdepan, Kami menata ulang kemewahan modern dengan desain baru,” tambah Bolloré.
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif