Malaysia mengambil langkah dengan membebaskan pajak untuk pembelian mobil baru agar bisa meningkatkan penjualan. Facebook/Kuala Lumpur International Motor Show
Malaysia mengambil langkah dengan membebaskan pajak untuk pembelian mobil baru agar bisa meningkatkan penjualan. Facebook/Kuala Lumpur International Motor Show

Industri Otomotif

Pemerintah Malaysia Bebaskan Pajak Pembelian Mobil Baru 100%

Otomotif industri otomotif pajak kendaraan
Ekawan Raharja • 07 Juni 2020 16:00
Kuala Lumpur: Industri otomotif merupakan salah satu sektor yang terdampak Pandemik Virus Korona, tidak hanya di Indonesia namun di seluruh dunia, yang ditandai dengan anjloknya penjualan. Setiap pemerintah masing-masing negara memiliki kebijakan sendiri-sendiri dalam upaya meningkatkan kembali penjualan otomotif di negerinya.
 
Malaysia mengambil langkah dengan membebaskan pajak untuk pembelian mobil baru agar bisa meningkatkan penjualan. Tidak main-main untuk pembebasan pajak yang dilakukan, mereka memberikan kelonggaran hingga 100 persen untuk mobil produksi dalam negeri dan 50 persen untuk mobil impor.
 
Kemudahan yang diberikan oleh pemerintah setempat bisa dinikmati mulai 15 Juni hingga 31 Desember 2020. Sehingga ini menjadi momen yang tepat bagi masyarakat untuk membeli mobil baru, dan membuat gairah kembali industri otomotif di Negeri Jiran.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kebijakan ini langsung diumumkan oleh Perdana Menteri Malaysia, Tan Sri Muhyiddin Yassin, ketika berbicara mengenai rencana jangka pendek pemulihan ekonomi. Untuk sektor otomotif, rencananya Pemerintah setempat akan mengucurkan sejumlah dana sekitar RM 897 juta yang bertujuan untuk meningkatkan penjualan mobil baru.

Bebas Pajak Bikin Harga Mobil Turun 10%

Pembebasan pajak yang cukup signifikan ini jelas mempengaruhi harga mobil, dan membuatnya kian terjangkau. Cuma jangan salah, penurunannya tidak signifikan.
 
Tarif pajak penjualan saat ini berdasarkan pajak penjualan dan layanan untuk kendaraan penumpang CKD dan CBU berada di angka 10 persen. Artinya untuk penurunan harga mobil akan turun sekitar 10 persen untuk mobil-mobil produksi di dalam negeri, dan penurunan 5 persen untuk mobil-mobil impor.
 
Sebagai informasi tambahan, Data Malaysian Automotive Association (MAA) penjualan wholesale pada bulan April 2020 mencatat hanya ada 141 unit mobil yang dikirim dealer, terdiri dari 131 unit mobil penumpang dan 10 unit mobil niaga komersial. Angka tersebut turun 99 persen dibanding penjualan bulan Maret yang mencapai 22.478 unit.
 
Tentu diharapkan dengan pembebasan pajak ini bisa memberikan stimulus gairah penjualan mobil di Malaysia. Kira-kira pemerintah Indonesia mau mencontohnya?
 
(UDA)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif