Avante H8 merupakan armada terbaru Juragan 99 Trans yang menggunakan sasis Mercedes-Benz OH 1626 dan body-nya dikerjakan oleh Karoseri Tentrem asal Malang Jawa Timur. Juragan 99 Trans
Avante H8 merupakan armada terbaru Juragan 99 Trans yang menggunakan sasis Mercedes-Benz OH 1626 dan body-nya dikerjakan oleh Karoseri Tentrem asal Malang Jawa Timur. Juragan 99 Trans

Transportasi Umum

PO Juragan 99 Trans Bersiasat Hadapi Kenormalan Baru

Otomotif New Normal Kenormalan Baru
Ekawan Raharja • 31 Mei 2020 14:00
Malang: Pandemik virus korona yang ada di Indonesia selama beberapa bulan belakangan ini memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap bisnis transportasi di Tanah Air. Hal ini membuat para pengusaha moda transportasi, khusus perusahaan otobus (PO), melakukan sejumlah siasat untuk tetap bisa bertahan dan menghadapi kondisi new normal (kenormalan baru).
 
Pimpinan PO Juragan 99 Trans, Gilang Widya Permana, menegaskan kalau bisnis layanan bus pariwisata yang digelutinya ini hampir kolaps dihantam korona. Pembatasan beraktivitas di luar ruangan dan penutupan tempat-tempat wisata sangat berpengaruh terhadap bisnis usahanya yang menyediakan sewa bus pariwisata.
 
"Arus wisata domestik turun jauh. Kegiatan bus tidak dalam trayek atau carter ini hampir tiarap karena minim operasi," ujar Gilang Sabtu (30/5/2020).
 
Melihat kondisi ini, mereka sudah mempersiapkan sejumlah strategi agar usaha mereka bisa kembali berjalan lagi. Salah satunya dengan menghadirkan bus baru yang bisa menerapkan konsep social distancing yakni armada Avante H8.
 
PO Juragan 99 Trans Bersiasat Hadapi Kenormalan Baru
 
Avante H8 ini merupakan armada terbarunya yang menggunakan sasis Mercedes-Benz OH 1626 dan body-nya dikerjakan oleh Karoseri Tentrem asal Malang Jawa Timur. Secara teori bus ini memiliki 50 jok dengan model jok balap, namun selama PSBB atau Kenormalan baru, mereka membatasi penggunaannya hanya 25 jok saja (atau 50 persen dari daya angkut maksimal).
 
"Bagian interior dengan 50 kursi penumpang berkonfigurasi 2-2 berjajar mewah. Semua berkonsep kursi balap sehingga jarak antara penumpang satu dengan yang lainnya cukup lega."
 
"Bisa juga dengan skema konsep bus yang biasa diisi dengan 50 penumpang, maka tinggal 25 penumpang yang bisa berada dalam satu bus. Jadi kita tidak mengizinkan penuh, tapi cukup 50 persen. Jadi dibatasi jamnya dan dikurangi penumpangnya hal ini untuk mendukung sosial distancing,” bebernya.
 
Soal kenyamanan, bus ini sudah menggunakan air suspension. Mereka mengklaim teknologi ini sangat baik meredam guncangan selama perjalanan dan penumpang bisa menikmati perjalanan dengan baik.
 
Soal pelayanan, Gilang akui tidak merumahkan para pegawainya dan tetap memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) dan paket sembako. Dia berharap kondisi ini bisa kembali normal dan mereka bisa kembali lagi berbisnis seperti biasa.
 
"Ini demi kepentingan bersama agar pandemik Covid-19 segera berakhir di Indonesia," pungkas Gilang.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

1593070590673

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif