Mobil-mobil sekarang sudah dilengkapi dengan konektivitas tinggi. Mercedes-Benz
Mobil-mobil sekarang sudah dilengkapi dengan konektivitas tinggi. Mercedes-Benz

Konektivitas di Mobil jadi Target Peretasan

Otomotif teknologi otomotif
Ekawan Raharja • 15 Januari 2020 09:28
Las Vegas: Semakin canggih dan konektivitas tinggi yang ditawarkan oleh mobil sekarang ini membuat peluang bagi kejahatan digital. Mobil-mobil canggih dan pintar ini bisa saja menjadi target peretasan, yang berefek kepada pencurian data hingga mencelakai penumpang di dalamnya.
 
Keamanan siber otomotif kini sedang menghadapi tantangan untuk melindungi mobil mereka. Peretas melihat sebuah tantangan untuk bisa masuk ke dalam sistem mobil. Tentu saja peretasan ini untuk melindungi barang-barang berharga di dalam mobil, atau bisa saja mendapatkan kanvas kosong di dalamnya.
 
"Kendaraan sekarang ini layaknya jaringan komputer berjalan," ungkap Ahli Keamanan Otomotif, Alissa Knight, dikutip dari Car and Driver.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Peretasan terhadap sistem mobil memang menjadi salah satu topik yang diperbincangkan di Consumer Electronics Show (CES) 2020. Mereka mulai membicarakan mengenai serangan siber dari peretas, mengingat mobil otonom di masa depan dikendalikan oleh komputer dengan konektivitas yang jauh melampaui yang ada sekarang.
 
Bahkan sebuah perusahaan cyber security asal Israel, GuardKnox, membuat simulasi peretasan mobil otonom. Hasilnya, pengemudi kehilangan kontrol terhadap tunggangannya.
 
Hasil simulasi GuardKnox menarik pendapat mantan anggota Council for Automobile Cybersecurity Henry Bzeih Dia berpendapat mobil dengan sistem komputer, sensor, dan teknologi seluler bisa dimanfaatkan peretas untuk menyabotase sistem atau bahkan mengambil alih kontrol kemudi. Hal ini perlu diperhatikan karena keamanan siber telah menjadi bagian integral dari rekayasa mobil sebagai bagian dari upaya keselamatan kecelakaan.
 
"Konektivitas adalah alasan mengapa hal ini bisa terjadi. Saat ini, semua elemen harus dirancang dengan mempertimbangkan keamanan siber," kata Henry Bzeih.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif