Ilustrasi. Medcom.id/Antonio
Ilustrasi. Medcom.id/Antonio

Ganjil Genap

Pemprov DKI Jakarta Masih Kaji Ganjil Genap PBB Transisi Jilid 2

Otomotif sistem ganjil genap
M. Bagus Rachmanto • 03 Juli 2020 10:22

Jakarta: Pemprov DKI Jakarta memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB)
transisi. Ini untuk menghindari lonjakan kasus positif bila keadaan kembali normal 100
persen. Untuk itu Polda Metro Jaya masih mengkaji penerapan sistem ganjil genap di DKI
Jakarta. Penerapan ganjil genap masih menunggu keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies
Baswedan.
 
"Tentu pemerintah bersama Ditlantas PMJ, kita akan mengkaji (penerapan sistem ganjil
genap)," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo saat
dikonfirmasi, Rabu, 1 Juli 2020.
 
Sambodo tak ingin kebijakan ganjil genap malah menimbulkan klaster baru penularan
khususnya dalam angkutan umum. Aturan jaga jarak di angkutan umum bakal tak terkendali.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebab masyarakat yang dibatasi menggunakan kendaraan pribadi akan beralih ke kendaraan
umum. Hal ini juga berdampak pada penumpukan penumpang.
 
"Jadi takutnya nanti justru physical distancing 50 persen di angkutan umum tidak terjaga. Sampai saat ini kita kaji apakah ganjil genap akan diberlakukan atau tidak, sekarang
masih belum," ucap Sambodo.
 
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi. Ini untuk menghindari lonjakan kasus positif bila keadaan kembali normal 100 persen.
 
"PSBB transisi diperpanjang 14 hari ke depan dan kita akan evaluasi lagi sesudah mendapat perkembangan terbaru," ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI, Rabu, 1 Juli 2020.


 

(UDA)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

1593070590673

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif