Fortuner Dominasi Ekspor TMMIN ke Vietnam
Fortuner menyumbang ekspor terbanyak TMMIN ke Vietnam . Toyota
Jakarta: Penerapan peraturan baru impor mobil CBU Vietnam terkait persyaratan non-tarif membuat industri otomotif Tanah Air mengalami hambatan dalam kegiatan ekspor. Kondisi itu berdampak penundaan kegiatan ekspor pabrikan otomotif nasional ke negara tersebut.

Meski bukan satu-satunya negara tujuan ekspor, kebijakan itu berdampak pada semua pabrikan mobil merek Jepang yang melakukan ekspansi ke negara tersebut, Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) salah satunya. Bahkan, Toyota sudah mulai menunda ekspor produknya ke Vietnam sejak awal Januari 2018. 

Berdasarkan keterangan tetulis yang masuk ke redaksi medcom.id, beberapa waktu lalu, Presiden Direktur TMMIN, Warih Andang Tjahjono mengatakan, pihaknya telah mengalami kerugian di awal tahun ini. "Tapi kalau penundaan itu berlanjut terus, maka akan berdampak lebih luas."


Termasuk Vietnam, saat ini Toyota memiliki 80 negara tujuan ekspor. Periode Januari-November 2017 ekspor Toyota mencapi 190 ribu unit kendaraan utuh, naik 20 persen dibanding 2016. Dikatakan, Fortuner menyumbang ekspor terbanyak, sebesar 35 persen atau sekitar 2.000-an unit per bulan.

Diketahui, total ekspor mobil Toyota ke Vietnam mencapai 12 ribu unit per bulan. Produk completly build up (CBU) andalan Toyota yang di ekspor ke Vietnam adalah Fortuner, sementara sisanya, TMMIN mengekspor Innova dalam bentuk completly knock down (CKD), termasuk beberapa mesin.

Toyota juga mengimpor mobil ke Vietnam dari Thailand, Indonesia dan Jepang yang mencapai seperlima dari pasar Vietnam atau 1.000 unit per bulan, melalui model Hilux, Yaris, Fortuner dan Lexus.

Toyota berharap masalah ini bisa segera selesai sehingga bisa membukukan peningkatan ekspor melebihi capaian 2017. Itu berarti, angka ekspor mereka harus bisa melampaui 190 ribu unit yang menjadi catatan ekspor TMMIN di 2017.



(UDA)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360