Pertashop jadi solusi BBM satu harga yang bisa menghidupkan perekonomian wilayah pelosok. Pertamina
Pertashop jadi solusi BBM satu harga yang bisa menghidupkan perekonomian wilayah pelosok. Pertamina

SPBU Perrtamina

Pertashop jadi Konsep Baru Pasarkan BBM Satu Harga

Otomotif bahan bakar gas industri otomotif
Ahmad Garuda • 02 Maret 2020 18:56
Bogor: Harga bahan bakar yang terjangkau di daerah pedalaman, memang jadi impian masyarakat agar operasional transportasi dan produksi, tak melonjak. Namun untuk membangun SPBU dengan kriteria minimum yang ada saat ini, jadi masalah tersendiri. Terutama bagi pengusaha soal pemasaran BBM yang akan berlangsung lambat jika kebutuhannya tidak sebesar di daerah yang ramai.
 
Hal ini pun menggugah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut membuka peluang kerja sama kemitraan bisnis baru dengan nama Pertashop. Ini bahkan mereka kenalkan kepada Pemerintahan Desa, Koperasi serta pelaku usaha atau UKM di seluruh Indonesia.
 
Kali ini sosialisasi disampaikan oleh Direktur Pemasaran Retail PT Pertamina (Persero) Mas’ud Khamid, kepada sekitar 8.700 orang terdiri dari Camat, Kepala Desa, perangkatnya se-Jawa Barat. Di momen Rapat Kerja Percepatan Penyaluran dan Pengelolaan Dana Desa Tahun 2020 di Provinsi Jawa Barat, itu juga dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Desa, PDT, Transmigrasi Abdul Halim Iskandar, serta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Melalui kerja sama ini, mereka menargetkan 3.827 kecamatan di Indonesia yang belum memiliki depot penyalur akan dibangun satu outlet Pertashop. Diawali dengan dibukanya keran lembaga penyalur BBM Pertamina skala kecil di Nusa Dua, Bali pada Kamis (27/2) pekan lalu.
 
"Kami selalu mendorong pertumbuhan ekonomi negara agar semakin berkembang, salah satunya melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Makanya kami membuka peluang kerja sama kemitraan bisnis Pertashop kepada Pemerintahan Desa, Koperasi serta pelaku usaha atau UKM di seluruh Indonesia," ujar Mas'ud Khamid.
 
Ia juga menegaskan bahwa mereka akan memprioritaskan lembaga desa sebagai pengelola Pertashop, sejalan dengan Program Pertamina One Village One Outlet sehingga nantinya Pemerintahan Desa memiliki pusat ekonomi baru.
 
"Pertashop akan menghadirkan produk dengan harga dan kualitas dijamin sama. Jika jauh dari SPBU atau lebih dari 10 Km, bisa mengajukan Pertashop dengan dana sendiri atau bermitra dengan Pertamina. Dengan konsep ini, kita harapkan keberadaan Pertamina kian terasa manfaatnya dalam menyebarkan energi baik dengan harga dan kualitas terjangkau."

Tiga Konsep Besar Pertashop

Terdapat banyak hal yang menjadi konsentrasi Pertashop, yaitu dibagi menjadi tiga kategori yakni Gold, Platinum dan Diamond. Jenis Gold berkapasitas penyaluran 400 liter per hari dengan luasan lahan yang dibutuhkan sekitar 144 meter persegi. Lokasi dari desa ke SPBU, lebih dari 10 Km atau sesuai dengan hasil evaluasi.
 
Jenis Platinum, berkapasitas penyaluran 1.000 liter per hari, memiliki tangki penyimpanan 10 KL, luas lahan 200 meter persegi dan lokasinya di kecamatan yang belum terdapat SPBU. Sementara jenis Platinum berkapasitas penyaluran 3.000 liter perhari, memiliki tangki timbun 10 KL, luas lahan 500 meter persegi dan berlokasi di kecamatan yang belum terdapat SPBU.

Mengacu ke Bisnis Murni

Meski sistemnya kemitraan, namun Mas’ud menambahkan, bagi yang berminat kerja sama bisnis Pertashop bisa menyiapkan lahan atau lokasi yang sesuai, dilengkapi dokumen badan usaha atau badan hukum. Nantinya akan disurvei kelayakan. Termasuk dari sisi omset dan jarak dengan SPBU atau lembaga penyalur Pertamina yang telah dibangun sebelumnya.
 
Setelah itu, pengurusan administrasi perizinan ke Pemda selanjutnya mengajukan desain dan pembangunan dan tahap akhir adalah kontrak kerja sama dengan Pertamina antara 10 hingga 20 tahun.
 
"Saya pastikan lebih dari 3.000 desa di wilayah Jawa Barat bisa membuka Pertashop dengan modal sendiri. Ini sangat membantu membantu menghidupkan perekonomian masyarakat desa agar lebih mandiri," imbuh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.


Rival Kian Banyak

Salah satu hal yang patut menjadi konsentrasi perusahaan energi nasional itu adalah soal rivalitas dengan penyedia bahan bakar dengan merek lain. Di Indonesia beberapa merek SPBU, bukan hanya Shell dan Total saja, yang lumayan dilirik. Namun satu hal yang tak mereka miliki, adalah keterjangkauan lokasi dan keseragaman harga. Ini jadi keunggulan tersendiri bagi Pertamina.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif