Toyota sudah menjual 81.769 unit mobil per akhir Mei 2020. Auto2000
Toyota sudah menjual 81.769 unit mobil per akhir Mei 2020. Auto2000

Industri Otomotif

Skenario Toyota Menghadapi Pasar Otomotif Hingga Akhir 2020

Otomotif toyota industri otomotif
Ekawan Raharja • 15 Juni 2020 18:18
Jakarta: Pandemik virus korona yang ada di Indonesia selama tiga bulan ke belakang membuat sejumlah merek otomotif berpikir ulang mengenai target penjualan mereka hingga akhir tahun 2020. Toyota masih percaya diri dengan kondisinya sekarang ini, mereka masih bisa mencapai pangsa pasar yang sama dengan tahun lalu yakni 32 persen dari total pasar otomotif dalam negeri.
 
Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor, Anton Jimmy Suwandi, mengakui tidak bisa memprediksi secara pasti bagaimana kondisi hingga akhir 2020. Sehingga mereka kini menyiapkan sejumlah skenario terkait pencapaian mereka hingga akhir tahun, mulai dari skenario pesimis, utama, dan optimis.
 
"Salah satunya adalah sesuai yang diumumkan Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor) yaitu pasar di 600 ribu unit (prediksi total penjualan di tahun 2020). Target Toyota sederhana, nomor satu dengan pangsa pasar minimal 32 persen," ungkap Anton Jimmy Suwandi Senin (15/6/2020) melalui webinar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jika benar pasar otomotif di akhir tahun di angka 600 ribu unit mobil baru, maka Toyota harus menyumbang sekitar 192 ribu unit. Berkaca penjualan retail hingga Mei 2020, jenama asal Jepang itu sudah menjual 81.769 unit mobil atau kurang sekitar 110 ribu unit mobil.
 
Di April dan Mei turunnya sangat dalam, jadi kita masih berharap di mulai bulan ini bangkit dan kita bisa melihat market 600 ribu bisa tercapai," jelas Anton Jimmy Suwandi.

Stok Mobil Masih Cukup, Pabrik Baru Berjalan

Beralih dari data wholesale yang diberikan oleh Astra International, ketimpangan cukup terjadi antara data wholesale (pasokan dari pabrik ke dealer) dengan data retail (dari dealer ke konsumen). Tercatat hingga Mei 2020 data wholesale masih di kisaran 78.483 unit dan retail seperti yang sudah disebutkan di atas di level 81.769 unit.
 
Melihat kondisi ini, Anton Jimmy Suwandi memastikan stok mobil mereka kepada konsumen terbilang aman. Meski pabrik tidak berproduksi beberapa waktu lalu, namun konsumen yang ingin membeli mobil Toyota tidak perlu takut akan inden.
 
"Untuk suplai di bulan ini belum begitu banyak (wholesale di level 712 unit) karena stok kita masih mencukupi dari jumlah secara total dari prediksi penjualan tahun ini. Dilihat model demi model tidak semua tersedia. Contohnya Alphard sebenarnya cukup tapi peminatnya cukup banyak karena tipe dan warna tertentu harus inden, tapi yang lain stok tersedia," terang bos Toyota tersebut.
 

(UDA)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

1593070590673

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif