Hyundai berencana membangun pabrik di Jawa Barat. Hyundai
Hyundai berencana membangun pabrik di Jawa Barat. Hyundai

Industri Otomotif

Hyundai Bidik Bangun Pabrik di Jawa Barat

Otomotif industri otomotif hyundai
Ekawan Raharja • 30 Juli 2019 13:47
Jakarta: Pemerintah terus mendorong peningkatan investasi pada sektor-sektor industri prioritas, termasuk yang tertuang di peta jalan Making Indonesia 4.0. Langkah tersebut bertujuan untuk memperdalam struktur industri manufaktur nasional agar lebih berdaya saing di kancah global. Di sektor industri otomotif salah satu produsen kendaraan asal Korea Selatan, Hyundai, menjadi salah satu pelaku industri yang berminat untuk menanamkan investasi di Indonesia.
 
“Saat ini pihak Hyundai sedang melakukan survei di kawasan industri Jawa Barat, seperti daerah Bekasi, Karawang, Purwakarta (Bekapur) dan Subang. Nilai investasinya masih dalam pembahasan,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto, melalui keterangan resminya.
 
Airlangga menuturkan, Presiden merespons positif rencana investasi Hyundai Motors Group di sektor yang ditargetkan menjadi andalan ekspor Indonesia ke depan. Hyundai berencana mengekspor 40 persen dari produksinya di Tanah Air, sedangkan 60 persen ditujukan bagi pasar domestik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rencananya, Hyundai mulai berproduksi pada tahun 2021 dengan kapasitas hingga 250 ribu unit per tahun. Jenis kendaraan yang bakal digarap di Indonesia, antara lain SUV, MPV, hatchback, dan sedan. Nantinya, pabrik Hyundai di Indonesia ditargetkan menyerap tenaga kerja sebanyak 3.500 orang.
 
“Hyundai telah menegaskan komitmennya untuk segera memulai investasi di Tanah Air. Sebab Indonesia dinilai tepat menjadi basis produksi mereka untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor,” sebut Menperin.
 
Hyundai Bidik Bangun Pabrik di Jawa Barat
 
Menurut Airlangga, pertemuan dengan delegasi Hyundai Motors Group juga membahas terkait pemberian fasilitas tax holiday serta perjanjian dagang. “Karena kita sudah punya perjanjian perdagangan ASEAN-Korea, ASEAN-Tiongkok, kemudian dengan India sedang dalam penjajakan."
 
Prinsipnya pemerintah mendukung rencana investasi Hyundai dengan fasilitas fiskal yang sudah tersedia. “Pemerintah sudah menyiapkan regulasi yang mendukung investasi di Indonesia,” tegasnya.
 
Dalam pertemuan itu, Hyundai juga memaparkan potensi perkembangan teknologi otomotif di masa depan, termasuk di dalamnya electric vehicle (kendaraan listrik), fuel cell vehicle (mobil berbahan bakar hidrogen), autonomous vehicle (mobil tanpa sopir). Bahkan sedang mempertimbangkan untuk flying vehicle (mobil melayang).
 
Executive Vice Chairman Hyundai Motors, Chung Eui-Sun, mengatakan pihaknya masih memeriksa kesiapan supaya rencana investasi tersebut berjalan dengan lancar. “Kami berharap masuknya kami ke pasar Indonesia akan membantu kebijakan mobil otomotif 4.0,” tuturnya.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif