Geely Ingin Kuasai Saham Brand Otomotif Dunia
Miliarder Tiongkok, Li Shufu miliki saham Daimler, Volvo dan Proton. Carscoops
Jerman: Miliarder yang menjadi bos produsen mobil asal Tiongkok yaitu Geeely, Li Shufu, telah membeli hampir 10 persen saham Daimler senilai USD9 miliar atau sekitar Rp126 triliun. Proses pindah tangan saham itu dilakukan pada Februari lalu. Bahkan sebelumnya, Li dikabarkan juga melirik brand BMW. 

Dilansir Carscoops, Li berjanji kepada BMW, jika dirinya dapat berinvestasi di perusahaan Jerman itu, Ia akan memberikan akses yang lebih baik untuk menjual dan memproduksi mobil listrik ke pasar Tiongkok.

Sayangnya, pabrikan mobil Jerman itu menolak pinangan Li dan memilih bermitra dengan pabrikan mobil Tiongkok lainnya, yaitu Great Wall Motor yang juga berniat memproduksi kendaraan listrik dan Mini di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Meski begitu, saat ini Li sudah memiliki saham Daimler sebanyak 9,69 persen dan menjadi pemegang saham terbesar, melampaui Kuwait Investment Authority yang sekarang memegang 6,8 persen saham Daimler. 


Kedepan Li berniat untuk meningkatkan investasinya dengan menguasai saham Daimler lebih dari 10 persen, dan membentuk aliansi dengan Daimler untuk mengembangkan mobil listrik dan otonom-nya sendiri.

Li berharap, Geely dan Daimler dapat berbagi teknologi dalam mengembangkan mobil listriknya, karena pemerintah Tiongkok mewajibkan produsen lokal untuk memproduksi mobil mol emisi. 

Sebagai informasi, Geely juga memiliki saham produsen truk asal Swedia, Volvo, dengan 8,2 persen saham, kemudian pada tahun lalu menguasai 49,9 persen saham di produsen otomotif Malaysia, Proton.



(UDA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id