Industri Otomotif

Riset Mobil Listrik, Tak Perlu Hentikan Mobil Konvensional

Ekawan Raharja 26 Mei 2018 10:58 WIB
industri otomotifmobil listrik
Riset Mobil Listrik, Tak Perlu Hentikan Mobil Konvensional
Nissan Note e-Power memanfaatkan bahan bakar minyak untuk menghidupkan genset mengisi baterai dan daya motor listrik. Medcom.id/Ekawan Raharja
Jakarta: Pemerintah terus menggodok rencana untuk mengembangkan mobil listrik di Indonesia.  Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pun berharap pengembangan mobil listrik tidak perlu mematikan mobil konvensional melalui peraturan pemerintah.

Ketua Umum Gaikindo, Yohanes Nangoi, menjelaskan peraturan untuk pengembangan mobil listrik memang perlu dilakukan. Hanya saja pemerintah tidak perlu sampai mengeluarkan peraturan untuk menghentikan penjualan mobil konvensional.

"Biarkan berjalan secara beriringan. Mobil konvensional juga bakalan mati secara alamiah nantinya," ungkap Nangoi di Hotel Park Century Jakarta.

Gaikindo membeberkan ada lima juta unit mobil terjual setiap bulan di seluruh penjuru dunia. Sedangkan penjualan mobil listrik masih sangat rendah, masih di kisaran puluhan ribu. Sehingga ini menjadi alasan bahwa mobil konvensional masih dibutuhkan dan bisa berkembang.


Sekretaris Jendaral Gaikindo, Kukuh Kumara, juga membeberkan saat ini ada sekitar 1,2 juta orang yang bekerja di industri otomotif di Indonesia. Jika pemerintah sampai membutuh mobil konvensional, maka banyak orang yang kehilangan pekerjaan.

"Biarkan mobil listrik dan mobil konvensional berjalan beriringan dulu. Nanti biarkan secara alamiah mati," ujar Kukuh.



(UDA)