Mobil Listrik

Toyota Ikut Riset Mobil Listrik Bersama Kemenperin

Ekawan Raharja 04 Juli 2018 17:25 WIB
mobil listrik
Toyota Ikut Riset Mobil Listrik Bersama Kemenperin
Toyota ikut serta untuk melakukan studi mengenai mobil listrik di Indonesia. Toyota
Jakarta: Tak cuma Mitsubishi yang ikut membantu pemerintah melakukan riset mengenai kendaraan listrik. Kini giliran Toyota yang juga ikut serta untuk ikut melakukan studi.

Toyota tidak akan sendirian menjalankan program Penelitian dan Studi Komprehensif Kendaraan Elektrifikasi. Produsen mobil nomor satu ini juga menggandeng enam universitas di Indonesia untuk melakukan penelitian ini.

Penelitian dan Studi Komprehensif Kendaraan Elektrifikasi merupakan upaya untuk memahami secara lebih menyeluruh aspek-aspek yang memengaruhi pengembangan kendaraan elektrifikasi di Indonesia, terutama mengenai preferensi konsumen, industri termasuk rantai pasok, serta kebutuhan infrastruktur pendukung.


Peneliti dari tiga universitas di Indonesia UI, ITB, dan UGM di tahap pertama akan menggunakan 12 unit kendaraan elektrifikasi dan 6 unit kendaraan konvensional yang disediakan oleh Toyota Indonesia untuk mempelajari aspek teknikal seperti jarak tempuh, emisi, infrastruktur, dan kenyamanan pelanggan melalui pelacakan data dalam penggunaan sehari-hari mobil-mobil tersebut di tiga kota besar Indonesia: Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta selama periode 3 bulan.

Setelah itu, giliran UNS, ITS, dan Udayana yang akan melakukan studi serupa agar data yang diperoleh lebih beragam dan komprehensif. Nantinya, data-data yang terkumpul akan dianalisa dan disimpulkan untuk menjadi referensi bagi Kemenperin RI. Selain itu, studi juga akan mempelajari mengenai rantai pasok industri termasuk kebutuhan ketenagakerjaan.

"Dalam riset ini kami memberikan dukungan berbentuk penyediaan alat berupa kendaraan, data logger, charger, dan asistensi lainnya yang dapat dipergunaan oleh para peneliti dari universitas-universitas di Indonesia. Kami berharap dukungan yang kami berikan ini dapat membantu pemetaan kondisi dan kebutuhan riil pelanggan, termasuk kesiapan dan tantangan dalam mengembangkan industri dan infrastruktur kendaraan elektrifikasi di Indonesia sesuai arahan Kementerian Perindustrian,” ujar Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Warih Andang Tjahjono, melalui keterangan resminya.

18 unit kendaraan yang disediakan oleh Toyota Indonesia terdiri dari 6 unit Prius, 6 unit Prius Prime (Plug-in Hybrid), dan 6 unit Corolla Altis. Toyota Indonesia juga membangun 6 unit stasiun pengisian level 2 (4 jam pengisian 3.500 watt) serta menyediakan asistensi teknik dalam kegiatan Penelitian dan Studi Komprehensif Kendaraan Elektrifikasi.

Pemerintah memiliki program menurunkan Emisi Gas Rumah Kaca (CO2) sebesar 29 persen pada tahun 2030, sekaligus menjaga energi sekuriti, serta ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak khususnya disektor transportasi darat. Studi pengembangan kendaraan elektrifikasi ini diharapkan bisa menjadi salah satu langkah nyata mewujudkan kesuksesan program pemerintah tersebut.



(UDA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id