Ilustrasi. MI/Bary Fathahillah
Ilustrasi. MI/Bary Fathahillah

Sistem Electronic Road Pricing, Lebih Efektif dari Ganjil-Genap?

Otomotif lalu lintas regulasi otomotif
M. Bagus Rachmanto • 12 Agustus 2019 09:14
Jakarta: Seiring berjalannya waktu, sistem ganjil genap dinilai sudah usang. Pemerintah diminta beralih ke penerapan jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP) alih-alih melakukan pembatasan kendaraan.
 
Analis Kebijakan Transportasi Azas Tigor Nainggolan menyebut sistem ganjil-genap pertama kali dilakukan mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada 2016. Kala itu, ganjil-genap diberlakukan sebagai transisi ke sistem ERP.
 
"Solusi jangka panjang harusnya penggunaan elektronik (ERP). Kalau ini (ganjil-genap) lama sekali sudah tiga tahun," kata Azas kepada Medcom.id, Rabu, 7 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Azas Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta harus memanfaatkan ERP. Apalagi, layar ERP sudah dipasang di sejumlah titik di Jakarta seperti Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.
 
Meski begitu, dia tetap mengapresiasi perluasan area ganjil genap di Jakarta. Hal itu diyakini mengurangi penggunaan kendaraan pribadi."Sebagai strategi pengendalian penggunaan kendaraan bermotor khususnya mobil pribadi saya setuju skenario ganjil genap."
 
Ketua Forum Warga Jakarta (Fakta) itu yakin perluasan ganjil genap membuat masyarakat beralih ke angkutan umum. Harapannya, kemacetan terurai dan kualitas udara ibu kota membaik.
 
"Kan otomatis kalau masyarakat pindah ke angkutan umum, pemakaian kendaraan pribadi berkurang, kemacetan terurai, polusi dari kendaraan juga berkurang," tuturnya.
 
Namun dia meminta pengawasan kendaraan yang bandel menggunakan teknologi. Penempatan personel kepolisian di 16 ruas baru ganjil genap dianggap kurang maksimal. Azas mengusulkan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI memanfaatkan teknologi. Misalnya, kata Azas, menggunakan CCTV di sepanjang jalur ganjil-genap.
 
"Kalau areanya luas begini dan diawasi secara manual kurang efektif," pungkas Azas.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif