Menteri Sung Yun Mo menambahkan, penguatan kerja sama kedua negara tidak hanya di sektor baja dan kimia, tetapi juga akan menyasar ke sektor otomotif. Kemenperin
Menteri Sung Yun Mo menambahkan, penguatan kerja sama kedua negara tidak hanya di sektor baja dan kimia, tetapi juga akan menyasar ke sektor otomotif. Kemenperin

Indonesia - Korea Selatan Sepakat Kerja Sama di Sektor Otomotif

Otomotif industri otomotif hyundai
Ekawan Raharja • 27 Juni 2019 11:39
Korea Selatan: Pemerintah Indonesia terus berupaya meningkatkan kerja sama bilateral dengan Korea Selatan di berbagai bidang terutama di sektor industri, baik itu peningkatan perdagangan maupun investasi.
 
Hal ini dilakukan agar peluang sinergi lebih besar di antara kedua negara ini terbuka luas. Menteri Perindustrian (Menperin) Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, menggelar pertemuan dengan Menteri Perdagangan, Industri dan Energi (MoTIE) Korea Selatan, Sung Yun Mo.
 
“Pertemuan ini untuk follow up leaders’ meeting, yang juga menindaklanjuti Memorandum of Understanding (MoU) pada September 2017 lalu,” kata Airlangga Hartarto seusai pertemuan tersebut di Seoul, Rabu (26/6) waktu setempat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Investasi Korea Selatan di Indonesa penting untuk mendukung kinerja Indonesia. Kami berharap hubungan produktif antara Indonesia dan Korea Selatan dapat berlangsung hingga tahun-tahun mendatang,” kata Airlangga.
 
Indonesia - Korea Selatan Sepakat Kerja Sama di Sektor Otomotif
 
Pada kesempatan yang sama, Sung Yun Mo, menyampaikan Indonesia merupakan negara mitra yang penting bagi Korea Selatan. Dengan terciptanya iklim usaha yang kondusif, sejumlah investasi industri asal Korea Selatan masih terus ekspansif.
 
Menteri Sung Yun Mo menambahkan, penguatan kerja sama kedua negara tidak hanya di sektor baja dan kimia, tetapi juga akan menyasar ke sektor otomotif. Hal ini penting karena dapat memperkuat daya saing industri di Indonesia.
 
“Kerja sama otomotif juga membuka kesempatan untuk penyedia komponen, dengan kebutuhan komponen kendaraan yang cukup banyak, ini bisa memperkuat juga IKM di Indonesia. Kerja sama ini sangat berarti, karena akan meningkatkan daya saing, dan berkontribusi terhadap ekosistem industri yang lebih sehat,” imbuhnya.
 
Indonesia - Korea Selatan Sepakat Kerja Sama di Sektor Otomotif
 
Selain bertemu dengan Pemerintahan Korea Selatan, Airlangga Hartarto juga bertemu dengan Executive Vice President Hyundai Motor Company (HMC), Park Hong Jae, sehari sebelumnya. Dalam pertemuan itu, perusahaan otomotif asal Negeri Gingseng ini menyampaikan rencana investasinya di Indonesia kepada Airlangga Hartarto.
 
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyimak penjelasan mengenai mobil berbahan bakar fuel cell produksi Hyundai Motor Company (HMC) yang disebut Hyundai NEXO usai pertemuan dengan jajaran HMC di Seoul, 25 Juni 2019. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengamati teknologi yang diterapkan pada mobil fuel cell Hyundai Nexo. Pemerintah Republik Indonesia mendorong investasi industri kendaraan elektrik dengan pemberian fasilitas tax holiday.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif