Pabrik BMW di Tiongkok sudah mulai beroperasi. BMW
Pabrik BMW di Tiongkok sudah mulai beroperasi. BMW

Industri Otomotif

Industri Otomotif Tiongkok Mulai 'Ngebul' Lagi

Otomotif industri otomotif Virus Korona virus corona covid-19
Ekawan Raharja • 30 Maret 2020 09:45
Shanghai: Industri otomotif di Tiongkok sempat terhenti karena virus korona berhasil melumpuhkan aktivitas masyarakat di sana. Kini industri otomotif di Negeri Tirai Bambu perlahan mulai bangkit, dan dapur pun perlahan mengebul.
 
Pasar otomotif terbesar kedua dunia tersebut kini perlahan mulai bangkit. Meninggalkan pasar-pasar otomotif di Eropa, Amerika Serikat, India, dan Amerika Latin kini sedang dalam masa kekacauan menghadapi serangan virus corona.
 
Bergeraknya industri otomotif ini ditandai dengan para karyawan yang mulai bekerja, lini produksi yang mulai berjalan, dan puncaknya dalam waktu dekat Wuhan akan membuka status lockdown mereka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tentu saja ini akan berefek kepada penjualan di Tiongkok yang anjlok di bulan lalu secara perlahan akan bangkit. Hal ini dikarenakan serangan covid-19 mereda, masyarakat kembali beraktivitas, dan industri otomotif akan tumbuh.
 
"Indikator menunjukkan bahwa China memulai kembali industrinya, dimulainya ini merupakan tahap awal. Tetapi semuanya secara bertahap membaik," kata analis di Sanford, C Bernstein, dikutip dari Automotive News.
 
Kembali ngebulnya dapur otomotif Tiongkok ditandai juga dengan sejumlah merek yang kembali beroperasi. Mereka perlahan mulai menjalankan roda bisnisnya, sehingga bisa memenuhi berbagai kebutuhan pasar.
 
Sebagai contoh saja, BMW mulai kembali menghidupkan pabrik mereka di Shenyang per 17 Februari. Selain itu Daimler yang membawahi merek Mercedes-Benz juga sudah mulai menjalankan pabrik mereka di Tiongkok, dan sejumlah dealer yang mulai kembali berjualan.
 
Begitu juga Fiat Chrysler Automobile (FCA) dilaporkan sudah beroperasi dengan lebih dari 90 persen dealer dan 95 persen staf kembali bekerja. Ford menyebut pabriknya sudah beroperasi sejak 10 Februari dengan kondisi pabrik perlahan menuju 100 persen, meski beberapa karyawan di Wuhan masih dalam pembatasan perjalanan.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif