Ekspor Toyota terus tumbuh di tengah kondisi ekonomi global yang sedang tidak pasti. Toyota
Ekspor Toyota terus tumbuh di tengah kondisi ekonomi global yang sedang tidak pasti. Toyota

Ekspor Toyota Bertahan di Tengah Labilnya Ekonomi Global

Otomotif toyota industri otomotif
Ekawan Raharja • 02 Desember 2019 14:46
Jakarta: Kondisi perekonomian negara tujuan yang saat ini masih belum menjanjikan menjadi faktor penentu pertumbuhan ekspor otomotif tanah air. Toyota Indonesia yang melakukan ekspor berbagai jenis mobil mencoba bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
 
Catatan ekspor mobil dengan merek Toyota sepanjang Januari hingga Oktober 2019, ekspor kendaraan utuh (Complete Built Up/CBU) naik sebesar 3 persen dengan volume sebanyak 178.500 unit. Kenaikan ini bila dibandingkan periode yang sama tahun 2018 dengan jumlah 173.600 unit.
 
“Kami terus berupaya agar catatan ekspor tetap positif antara lain dengan cara melakukan studi-studi komprehensif untuk dapat menjajaki daerah tujuan ekspor baru serta mengembangkan variasi produk ekspor yang beragam,” tutur Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Warih Andang Tjahjono, melalui keterangan resminya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain mengekspor kendaraan utuh, Toyota dan grupnya di Indonesia juga mengirimkan kendaraan terurai (Completely Knock Down/CKD) sebanyak 38.300 unit, mesin bensin sebanyak 96.800 unit, mesin etanol sebanyak 7.400 unit serta lebih dari 81 juta buah komponen kendaraan dalam periode sepuluh bulan di tahun 2019. Tercatat lebih dari 80 negara di kawasan Asia-Pasifik, Timur Tengah, Afrika, Amerika Latin dan Kepulauan Karibia menjadi destinasi ekspor produk mobil produksi anak bangsa.
 
Selain itu, kunci lain untuk menjaga performa perusahaan agar bisa terus berkembang dengan pengelolaan keuangan yang baik. Bahkan Bank Indonesia mengakui kemampuan TMMIN dalam mengelola keuangan didukung dengan penerapan secara konsisten lindung nilai terhadap pinjaman luar negeri yang diperoleh, sehingga tidak mengganggu stabilitas devisa. Sehingga , TMMIN menerima penghargaan dari Bank Indonesia untuk kategori Pengelola Utang Luar Negeri Terbaik.
 
Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, merek asal Jepang ini selalu berpegang teguh prinsip kepatuhan dalam memenuhi regulasi yang berlaku, yang diwujudkan salah satunya melalui konsistensi memberikan data dan informasi secara lengkap dan tepat waktu untuk mendukung pelaksanaan survey dan kegiatan Liaison Bank Indonesia guna penyusunan statistik Bank Indonesia.
 
“Penghargaan menjadi sebuah pemicu bagi kami untuk bisa memberikan sumbangsih lebih banyak lagi kepada negeri tercinta terutama melalui penanaman investasi yang konsisten dan terealisasi sesuai dengan perencanaan serta menggiatkan lagi performa ekspor sehingga dapat membantu keseimbangan neraca perdagangan dari sektor otomotif,” sambung Warih.
 
Tentu saja pertumbuhan ekspor di Indonesia masih terbilang cukup bagus di tengah kondisi ekonomi global yang sedang tidak menentu. Sebagai contoh saja DFSK mulai membuka ekspornya ke pasar Filipina dan Hong Kong di 2019, begitu juga dengan Wuling Motors yang memulai ekspor ke Thailand.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif