Sebagai salah satu pengembang mobil otonom, Waymo, terus bekerja keras untuk memastikan prototipe otonomnya dapat mengenali petugas polisi dan menanggapi berbagai permintaan. Waymo
Sebagai salah satu pengembang mobil otonom, Waymo, terus bekerja keras untuk memastikan prototipe otonomnya dapat mengenali petugas polisi dan menanggapi berbagai permintaan. Waymo

Tantangan Mobil Otonom, Harus Bisa Menepi jika Dihentikan Polisi

Otomotif teknologi otomotif
Ekawan Raharja • 15 Maret 2019 12:44
Jakarta: Pengembangan mobil otonom kali ini terus dilakukan agar benar-benar bisa diterapkan di jalan raya. Kalau melihat kondisinya sekarang ini, mobil otonom tentu saja masih dari kata jauh untuk bisa menggantikan manusia di balik kemudi.
 
Salah satu yang kini menjadi perhatian adalah bagaimana sistem otonom bisa berinteraksi dengan lingkungan. Jika berinteraksi dengan rambu-rambu lalu lintas atau kondisi keramaian tampak mungkin dilakukan. Lantas bagaimana jika mobil tersebut harus berinteraksi dengan manusia?
 
Contoh sederhananya saja, mobil harus bisa menepi jika ada petugas kepolisian yang menyuruh. Sistem harus bisa berinteraksi untuk melakukan ini, dan apalagi kalau polisi sampai melakukan tilang, sistem otonom harus bisa merespon.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebagai salah satu pengembang mobil otonom, Waymo, terus bekerja keras untuk memastikan prototipe otonomnya dapat mengenali petugas polisi dan menanggapi berbagai permintaan. Sebagai contoh sebuah kendaraan uji Waymo berhenti di lampu merah yang gelap di Tempe, Arizona, tak lama setelah listrik padam. Seorang petugas polisi sedang berdiri di persimpangan mengatur lalu lintas, dan mobil menunggu sebelum melanjutkan perjalanan setelah dilambaikan oleh petugas.
 
Tantangan Mobil Otonom, Harus Bisa Menepi jika Dihentikan Polisi
 
Selain itu, Waymo juga telah mengembangkan perangkat lunak yang menginstruksikan kendaraannya untuk berhenti ketika mendeteksi lampu polisi berkedip di belakangnya.
 
Kemudian ada juga kejadian pada November 2018, sebuah Tesla Model S pada Rute 101 yang melintas dengan kecepatan tinggi. Petugas mencatat mobil itu melaju hingga 112 kilometer per jam, lampu sein menyala, dan melewati beberapa pintu jalanan.
 
Diketahui mobil tersebut memiliki sistem otonom Tesla, dan tidak memiliki kemampuan mengenali polisi. Efeknya mobil tersebut tidak bisa dihentikan oleh satu orang petugas.
 
Efeknya, petugas yang hendak menilangnya meminta bantuan tim lainnya. Sehingga ada satu tim yang berada di depan mobil tersebut, dan satu lagi ada di belakangnya, hingga akhirnya mobil melambat dan kemudian berhenti.
 
Tinggal menantikan saja bagaimana para pengembang sistem otonom untuk merespon kondisi ini. Mengingat polisi yang bertugas harus dipatuhi, dan sistem otonom ini harus bisa meresponnya agar bisa mengikuti instruksi dari petugas yang berada dijalanan.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi