Renault mencoba lagi peruntungannya di pasar Indonesia melalui PT Maxindo Renault Indonesia. Medcom.id/ M. Bagus Rachmanto
Renault mencoba lagi peruntungannya di pasar Indonesia melalui PT Maxindo Renault Indonesia. Medcom.id/ M. Bagus Rachmanto

Renault Bangkit Lewat Maxindo

Otomotif industri otomotif
M. Bagus Rachmanto • 21 Januari 2019 16:15
Jakarta: Di bawah bendera baru PT Maxindo Renault Indonesia (MRI), Renault mencoba lagi peruntungannya di pasar Indonesia. Menarik, kali ini Renault sangat 'pede' alias percaya diri untuk bertarung di industri otomotif tanah air.
 
Davy J Tuilan, COO Maxindo Renault Indonesia mengatakan, jika pihaknya sangat optimis akan kebangkitan brand asal Eropa tersebut.
 
“kunci sukses Renault di Indonesia ke depan adalah 'Aggressive Mindset', memanfaatkan pasar otomotif yang saat ini sangat dinamis memberikan celah bagi merek-merek baru untuk berkembang cepat,” kata Davy di press conference Mitra Baru untuk Membangun Bisnis Renault di Indonesia, Jakarta, Senin 21 januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut Ia menambahkan, aggressive mindset yang akan dilakukan Renault adalah dengan cara mengisi celah yang masih terbuka lebar, yakni dengan menghadirkan tujuh segmen di Indonesia.
 
"Gak usah model baru, yang ada sekarang saja masih bisa di eksplore, jadi konsumen tahu. Nanti akan ada Renault transmisi matic seperti mobil mewah dengan dialing touch. Kami juga akan membawa seven seater yang terjangkau dalam waktu dekat," jelas Davy.
Renault Bangkit Lewat Maxindo
Renault Kwid
 
Agresif kedua, kata Davy, di 2009 hanya ada 1.800 outlet untuk seluruh brand. Kini di 2019 ada 2.350 outlet, naik 30 persen. 10 tahun ke belakang ada 10 model, sekara ada 40 model yang menguasai 50 pasar otomotif indonesia.
 
"Artinya banyak peluang bagi siapa saja termasuk kami. Network, kita akan meng-cover 90 persen pasar indonesia, sampai 2021. Bulan depan kami akan luncurkan 3 outlet," tambah Davy.
 
Terakhir, yang diklaim berbeda dari merek lain, Renault akan mengembangkan aplikasi untuk jemput bola penjualan mobilnya. "Saya tahu ciri-ciri semua merek, dan tahu bagaimana caranya membuat Renault berbeda. Bagi konsumen yang mendaftar lewat website/aplikasi, dalam waktu 30 menit sales man akan dapat notifikasi melalui, bila tidak melayani calon konsumen akan ada teguran dari Renault," pungkas Davy.
 
Seperti diketahui, di Oktober 2016 melalui PT Auto Euro Indonesia, Renault telah memperkenalkan model Kwid, yang ditenagai mesin tiga silinder 1000 cc. Meskipun pada waktu diluncurkan Kwid punya fitur dan harga yang beda-beda tipis dengan duo kembar Agya-Alya dan Calya-Sigra dari Toyota-Daihatsu, Honda Brio Satya, Suzuki Karimun Wagon R serta Datsun Go+ dan Go+ Panca, tapi Kwid tidak ingin digolongkan ke dalam kelas low cost green car (LCGC). Apakah nanti Renault mampu bersaing dengan brand-brand lain di Indonesia? kita tunggu perkembangannya.
 
Sebagai informasi, Maxindo Renault Indonesia adalah Perseroan Terbatas dibawah naungan Nusantara Maxindo Group. Didirikan untuk menjadi importir dan distributor kendaraan roda empat merek Renault mulai 24 Februari 2019, perusahaan ini dipimpin oleh Joe Surya sebagai Chairman, Andrew Limbert sebagai CEO, dan Davy J Tuilan sebagai COO.
 

(UDA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif